Liga Futsal Profesional Indonesia 2025–2026 adalah musim kedelapan belas kompetisi Liga Futsal Profesional Indonesia yang diselenggarakan oleh Federasi Futsal Indonesia, sekaligus musim kesepuluh kompetisi di bawah nama Liga Futsal Profesional. Seri reguler dimulai pada 5 Oktober 2025 dan berakhir pada 24 Mei 2026, dilanjutkan dengan babak Final Four dari 5 hingga 14 Juni 2026.
Dua belas tim bertanding di liga ini—sepuluh tim teratas dari musim sebelumnya dan dua tim yang dipromosikan dari Liga Futsal Nusantara 2025. Berbeda dengan musim sebelumnya, tidak ada degradasi pada musim ini.[1]
Sadakata United resmi diakuisisi oleh Nanzaby Family FC. Dengan demikian, Nanzaby Family FC mewarisi slot Sadakata dan akan menjalani debut mereka di Liga Futsal Profesional 2025–26.[3]
Kualifikasi internasional
Untuk pertama kalinya dalam sejarah liga, juara PFL akan mewakili Indonesia—dan Asia—di Intercontinental Futsal Cup 2026, yang akan digelar di Pato Branco, Paraná, Brasil, pada November 2026 (14–19 November). Turnamen ini diorganisasi oleh Mundo do Futsal dan dianggap sebagai salah satu kompetisi futsal antarklub paling kompetitif di kalender internasional.[4][5][6]
Edisi 2026 akan diperluas menjadi enam klub untuk pertama kalinya, dengan pertandingan digelar di Arena Cláudio Petrycoski di Pato Branco. Peserta yang telah dikonfirmasi adalah:
Sadakata United resmi diakuisisi oleh Nanzaby Family FC. Nanzaby Family FC mewarisi slot klub tersebut di Liga Futsal Profesional untuk musim 2025–26.[3]
Diperbarui hingga pertandingan yang dimainkan pada 24 May 2026. Sumber: PFL 2025–26 Warna: Biru = tim tuan rumah menang; Kuning = seri; Merah = tim tamu menang.
Final Four
Final Four digelar di GOR UNY, Yogyakarta, dari 5 hingga 14 Juni 2026. Setiap babak dimainkan dalam dua leg menggunakan sistem poin pertandingan: setiap leg memberikan satu poin bagi pemenang; jika sebuah leg berakhir imbang, tim dengan peringkat lebih tinggi di seri reguler yang mendapatkan poin tersebut. Jika poin imbang 1–1 setelah dua leg, skor direset menjadi 1–1 dan ditentukan melalui babak tambahan, dan jika masih imbang, melalui adu penalti.[8][9]