Selain bertindak sebagai antihistamin, levokabastin juga kemudian ditemukan bertindak sebagai antagonis poten dan selektif untuk reseptor neurotensin NTS2, dan merupakan obat pertama yang digunakan untuk mengkarakterisasi berbagai subtipe neurotensin.[4][5] Hal ini menjadikannya alat yang berguna untuk mempelajari reseptor ini.[6][7][8][9][10]
Obat farmasi Bilina adalah kombinasi levokabastin, benzalkonium klorida, dan komponen lainnya dan biasanya digunakan dalam suspensi 0,5 mg/ml sebagai obat tetes mata, yang dikemas dalam botol 4ml untuk pengobatan konjungtivitis alergi atau kondisi mata alergi serupa. Formulasi lain tersedia sebagai semprot hidung untuk penanganan rinitis alergi.[11][12]
Referensi
↑"Livostin Nasal Spray". RxMed: Pharmaceutical Information. Diakses tanggal 13 November 2005.
↑Pipkorn U, Bende M, Hedner J, Hedner T (October 1985). "A double-blind evaluation of topical levocabastine, a new specific H1 antagonist in patients with allergic conjunctivitis". Allergy. 40 (7): 491–496. doi:10.1111/j.1398-9995.1985.tb00255.x. PMID2866725. S2CID8681108.
↑Schotte A, Leysen JE, Laduron PM (August 1986). "Evidence for a displaceable non-specific [3H]neurotensin binding site in rat brain". Naunyn-Schmiedeberg's Archives of Pharmacology. 333 (4): 400–405. doi:10.1007/BF00500016. PMID3022160. S2CID23692347.
↑Kitabgi P, Rostène W, Dussaillant M, Schotte A, Laduron PM, Vincent JP (August 1987). "Two populations of neurotensin binding sites in murine brain: discrimination by the antihistamine levocabastine reveals markedly different radioautographic distribution". European Journal of Pharmacology. 140 (3): 285–293. doi:10.1016/0014-2999(87)90285-8. PMID2888670.
↑Bredeloux P, Costentin J, Dubuc I (December 2006). "Interactions between NTS2 neurotensin and opioid receptors on two nociceptive responses assessed on the hot plate test in mice". Behavioural Brain Research. 175 (2): 399–407. doi:10.1016/j.bbr.2006.09.016. PMID17074405. S2CID24790151.