Fase awal letusan ditandai dengan awan panas. Endapan tefra memiliki volume dan jangkauan yang lebih rendah dibandingkan Letusan Plinius dan Vulkano. Magma kental kemudian membentuk kubah sisi curam atau tulang vulkanik di lubang gunung berapi. Kubah tersebut nantinya bisa runtuh, mengakibatkan aliran abu dan balok panas. Siklus letusan biasanya selesai dalam beberapa tahun, tetapi dalam beberapa kasus dapat berlanjut hingga beberapa dekade, seperti kasus Gunung Santa MarĂa.[1]