Lauren BoebertFoto resmi Lauren Boebert di Kongres AS
Lauren Opal Boebert (/ˈboʊbərt/ ; nama gadis Roberts; lahir December 19, 1986) adalah seorang politikus, pebisnis, dan aktivis hak senjataAmerika Serikat.[1] Ia mengabdi sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat sebagai anggota dari dapil Colorado 4 sejak tahun 2025 dan sebelumnya menjadi anggota dari Colorado 3 dari 2021 sampai 2025. Dari 2013 sampai 2022, ia memiliki sebuah restoran dengan nama Shooter's Grill di Rifle, Colorado di mana pegawainya dianjurkan untuk tetap mengenakan senjata mereka secara terbuka.
Boebert meminta pemerintah untuk memperdalam hubungan antara Israel dan Amerika Serikat, beralasan bahwa pendirian kedua bangsa berdasarkan pendirian ilahi dan kedua negara adalah "negara yang diciptakan untuk mengagungkan Tuhan".[4]
Fentanil
Boebert pernah meminta pemerintah untuk melabel oploid fentanil sebagai 'senjata pemusnah massal.[5] Laporan Congressional Research Service yang dirilis pada bulan Maret menyatakan bahwa "menetapkan fentanyl secara resmi sebagai [senjata pemusnah massal] mungkin tidak diperlukan untuk tindakan tambahan dari cabang eksekutif" tetapi Kongres dapat mempertimbangkan undang-undang untuk "mengatasi 'kekurangan yang dirasakan'."[6]
Pada 2015, Boebert ditahan dalam sebuah acara musik karena berteriak terhadap beberapa orang yang ditangkap karena minum dibawah umur, berteriak bahwa penangkapan tersebut tidak konstitusional karena mereka tidak menerima peringatan Miranda. Para deputi melaporkan bahwa dia "mendorong orang-orang yang ditangkap karena minum minuman beralkohol di bawah umur untuk membebaskan diri dan berulang kali mengatakan bahwa dia punya 'teman-teman di Fox News' yang akan melaporkan 'penangkapan ilegal' berikutnya". Dia didakwa atas pelanggaran ringan berupa perilaku tidak tertib dan dua kali tidak hadir di pengadilan atas tuduhan tersebut. Dakwaan tersebut kemudian dibatalkan karena kantor kejaksaan distrik Mesa County yakin tidak ada kemungkinan yang wajar untuk dihukum jika kasus tersebut dibawa ke pengadilan.[8][9]
Pada tahun 2016, Boebert dikenai surat tilang karena mengemudi secara ceroboh dan mengoperasikan kendaraan yang tidak aman. Pada tanggal 13 Februari 2017, ia ditangkap dan dijebloskan ke Penjara Garfield County karena tidak hadir di pengadilan atas tuduhan tersebut. Ia mengaku bersalah atas tuduhan kendaraan yang tidak aman, dan tuduhan mengemudi secara ceroboh dan tidak hadir dibatalkan.[10]
Pada tanggal 10 September 2023, Boebert dan seorang teman prianya dikeluarkan oleh petugas keamanan dari pertunjukan musikal Beetlejuice di sebuah teater di Denver, Colorado, setelah dia menyebabkan kerusuhan dengan cara mengisap vape, bernyanyi, dan merekam pertunjukan tersebut.[11][12][13] Boebert awalnya menyangkal telah menggunakan vape dan menyebabkan keributan, menulis di media sosial bahwa dia mengaku "bersalah karena tertawa dan bernyanyi terlalu keras!" Setelah rekaman video pengawasan insiden tersebut dirilis, dia meminta maaf karena "[tidak] menjunjung tinggi nilai-nilainya" dan menggunakan vape. Dia mengatakan bahwa "dia sebelumnya menyangkalnya hanya karena dia 'tidak ingat' pernah melakukannya".[12][14][15] Video tersebut juga memperlihatkan teman Boebert membelai payudaranya dan Boebert membelai alat kelaminnya saat mereka sedang duduk.[14][15] Beberapa bulan kemudian, Boebert menanggapi insiden tersebut sebagai "momen yang sangat privat" yang disiarkan media.[16][17]
Komentar terhadap agama lain
Pada September 2021, Boebert berkata kepada massa pendukungnya dalam acara penggalangan dana bahwa ia dan seorang ajudan diikuti oleh Ilhan Omar di sebuah elevator dan kemudian Boebert berkata kepada ajudannya, "Ini skuad Jihad.... ia tidak memiliki tas, ia tidak menjatuhkannya ke tanah dan lari jadi kita aman-aman saja". Kemudian pada bulan yang sama, ia memanggil Omar sebagai "propagandis Hamas" dan "anggota kehormatan Hamas".[18] Pada sebuah rapat pleno di DPR AS pada 18 November 2021, ia menyebut Omar sebagai "anggota skuad Jihad dari Minnesota".[19] Kemudian pada sebuah acara pada 20 November, ia mengulang kembali cerita di elevator tersebut dengan tambahan bahwa seorang sipir Polisi Kapitol merasa gelisah di wajahnya.[18][20] Ilhan Omar membalas bahwa cerita Boebert hanyalah sebuah fiksi dan "Kefanatikan Anti-Muslim tidaklah lucu dan tidak boleh dibiasakan". Boebert kemudian meminta maaf "kepada seluruh Muslim yang tersinggung dengan komentar saya atas Anggota DPR Omar".[18][21] Keduanya mulai berbicara melalui telepon yang berakhir buruk, dengan Boebert sendiri menyatakan ia akan menempatkan "Amerika dulu, tidak akan bersimpati dengan teroris. Sangat disayangkan Ilhan tidak bisa menyatakan hal yang sama."[22]The Denver Post kemudian meminta maaf atas nama Boebert karena pernyataannya, menulis bahwa tindakan Boebert sangat memalukan.[23]
Empat bulan kemudian, Boebert menghampiri sebuah gerombolan Yahudi Ortodoks yang datang ke Gedung Kapitol dan bertanya apakah mereka sedang mengintai, membuat mereka bingung.[24] Boebert kemudian berkata ia hanya bergurau.[25]
Mengejek di State of the Union
Pada Pidato State of the Union 2022, ia bersama dengan Marjorie Taylor Greene beberapa kali menginterupsi pidato Joe Biden.[26] Boebert mengejeknya saat Biden sedang menguraikan gejala medis parah yang dialami pasukan AS yang dikerahkan ke Irak dan Afghanistan akibat menghirup asap beracun dari "lubang pembakaran", dan mengatakan banyak dari pasukan tersebut mengidap "kanker yang akan membuat mereka terkurung dalam peti mati berselimut bendera" dan Boebert mengejeknya "Anda masukkan mereka, tiga belas dari mereka!", merujuk kepada tiga belas tentara Amerika Serikat yang gugur karena serangan teroris di bandara Kabul.[27] Boebert lanjutkan ledekkannya saat Biden menyatakan bahwa salah satu korban kanker adalah almarhum putranya Beau Biden karena Beau menghirup asap beracun di Irak dan Kosovo dan ejekannya direspon dengan cemoohan dari sesama anggota Kongres.[26] Senator Mike Braun dari Indiana mengomentari bahwa aksi Boebert "ada tempatnya tetapi tempatnya tidak tepat untuk melakukannya".[26] Boebert menyatakan bahwa pernyataan Biden tidak bisa membuatnya diam dan ia bangga dengan tindakannya bersama Greene.[28]