Larix kaempferi yang dikenal sebagai lorik jepang atau karamatsu (唐松 atau 落葉松) dalam bahasa Jepang, adalah spesies lorik yang berasal dari Jepang, tumbuh di pegunungan wilayah Chūbu dan Kantō di bagian tengah Honshū.[2]
Tanaman ini berkembang di ketinggian hingga 2.900 m pada tanah yang memiliki drainase baik dan menghindari daerah yang tergenang air. Nama ilmiahnya diberikan untuk menghormati Engelbert Kaempfer, dan spesies ini kadang-kadang juga disebut dengan sinonim Larix leptolepis.[3]
Deskripsi
Pohon konifer gugur ini memiliki ukuran sedang hingga besar, dengan tinggi mencapai 20-40 m dan batang yang bisa berdiameter hingga 1 m. Mahkotanya berbentuk kerucut yang lebar, dengan cabang utama dan cabang samping yang rata; cabang samping jarang terlihat menjuntai. Tunasnya terbagi menjadi dua jenis, yaitu tunas panjang, sekitar 10-50 cm, yang menghasilkan beberapa tunas, dan tunas pendek, hanya 1-2 mm, yang membawa satu tunas saja. Daun jarumnya berwarna hijau kebiruan muda dan panjangnya 2-5 cm, berubah menjadi kuning cerah hingga oranye menjelang gugur, meninggalkan tunas coklat kemerahan yang telanjang hingga musim semi. Buah pohon ini berbentuk tegak bulat telur-kerucut sepanjang 2-3,5 cm, dengan 30-50 sisik biji yang sedikit melengkung. Buah berwarna hijau saat muda, kemudian menjadi coklat dan terbuka untuk melepaskan biji 4-6 bulan setelah penyerbukan. Buah yang sudah tua sering tetap menempel di pohon selama bertahun-tahun, berubah menjadi abu-abu kusam-hitam.[2]
Kegunaan
Pohon ini memiliki peran penting dalam perkebunan kehutanan dan banyak ditanam di seluruh wilayah tengah dan utara Jepang, termasuk hingga Hokkaidō, serta tersebar luas di Eropa Utara, terutama di Irlandia dan Inggris. Kayunya kuat dan tahan lama, sehingga sering dimanfaatkan untuk berbagai pekerjaan konstruksi, sementara tiang kecil dari lorik biasanya digunakan sebagai bahan pagar.[4]
Penyakit
Pada akhir 2009, Phytophthora ramorum, penyebab penyakit kematian mendadak pada pohon ek, pertama kali terdeteksi pada lorik jepang di kabupaten Devon, Cornwall, dan Somerset di Inggris. Tahun berikutnya, penyakit ini juga ditemukan di Counties Waterford dan Tipperary di Irlandia.[5][6]