Laodike adalah putri Raja Seleukia Seleukos IV dari istri Laodike IV, ia merupakan adik dari Antiokhos dan Demetrios I.[1] Ia lahir dan dibesarkan di Kekaisaran Seleukia.
Pernikahan pertama
Raja Antigonidai dari Makedonia, Perseus memiliki keberhasilan diplomatik dengan wilayah-wilayah Seleukia, Yunani dan wilayah pulau Rodos.[2] Karena keberhasilan diplomatik tersebut, ia menikahi Laodike, antara tahun 178 SM atau 177 SM, menjadikannya Ratu Makedonia. Tidak banyak hal yang diketahui tentang masanya sebagai Ratu dan hubungannya dengan Perseus. Namun, dari Perseus ia melahirkan setidaknya empat orang anak, Aleksander, Filipus, Andriscus (diperkirakan) dan seorang putri.[3]
Setelah serangkaian bentrokan dengan Republik Romawi, Perseus akhirnya dikalahkan secara mutlak oleh Romawi di bawah komando Lucius Aemilius Paullus dalam pertempuran Pidna pada tahun 168 SM.[3] Selanjutnya, Makedonia menjadi Provinsi Romawi, sementara Perseus dan anak-anaknya menjadi tawanan Romawi dan dibawa ke Roma, di mana mereka ditampilkan sebagai bagian dari pawai kemenangan Lucius Aemilius Paullus. Perseus wafat antara tahun 165 dan 162 SM, selama dalam masa penawanan.[2] Hanya sedikit hal yang diketahui tentang nasib selanjutnya dari anak-anak Perseus dan Laodike. Hanya Aleksander pada masa itu masih kanak-kanak ketika Perseus dikalahkan oleh Romawi. Menurut sejarawan Romawi Titus Livius, ia turut ditahan bersama ayahnya di Alba Fucens. Setelah menyelesaikan pendidikannya, Aleksander menjadi seorang yang terampil dalam bidang Toreutika (teknik tempa dan pahat logam), belajar Bahasa Latin dan menjadi notaris publik..[4][5][6] Kekalahan dan penahanan Perseus beserta anak-anaknya merupakan akhir dari kekuasaan Antigonidas terhadap Makedonia dan teritorialnya.
Masa setelah Perseus
Tidak seperti suaminya, Laodike sepertinya menghindari penahanan di Roma dan tampaknya telah tinggal sepanjang tahun 160-an SM di istana pamannya Antiokhos IV dan saudara tirinya Antiokhos V. Setelah kematian mereka, Kakaknya Demetrios I menjadi Raja Seleukia. Demetrios I memerintah dari tahun 161 SM hingga 150 SM. Terdapat kemungkinan Laodike menikah dengan DemetriosI, tetapi hal ini tidak dapat dipastikan.[7] Namun, dapat dipastikan bahwa istri dari DemetriosI bernama Laodike dan ibu dari tiga orang anak-anak Demetrios II, AntiokhosVII[7] dan Antigonus.
Sekitar tahun 160 SM, DemetriosI menawarkan Laodike menikah dengan sepupu pertama ibu mereka yakni Ariarathes V, tetapi tawaran ini ditolak AriarathesV.[3] Pada tahun 158 SM, terdapat perang saudara di Kapadokia antara Ariarathes V dan Orophernes. DemetriosI yang masih kecewa dengan penolakan tersebut, mendukung para pemberontak. Namun pada tahun 156 SM, Ariarathes V tampil sebagai pemenang dalam perang saudara di Kapadokia tersebut. Pada musim panas tahun 152 SM, seorang perebut kekuasaan Alexandros Balas, yang mengaku sebagai anak dari Antiokhos IV mendapatkan momentum dan dukungan dalam upayanya merebut takhta Seleukia. Dalam pengerahan pasukan tentaranya melawan Alexandros Balas dekat Antiokhia, DemetriosI berhasil dikalahkan. Pada tahun 150 SM, Laodike dieksekusi bersama dengan DemetriosI.