Lambertus van Kessel, S.M.M. (8 September 1912–7 November 1980) adalah Uskup Pertama di Sintang, sejak ditunjuk sebagai Prefek Apostolik tahun 1948 hingga mengundurkan diri pada 1973.
Karya
Pastor van Kessel hadir sebagai misionaris Montfortan asal Belanda tahap kedua pada 7 Maret 1940 bersama dengan R.P. Josef Wintraaecken, S.M.M., setelah pada tahap pertama tahun 1939, beberapa misionaris SMM telah terlebih dahulu tiba di Kalimantan.[2][3][4][5] Mereka sempat dibawa ke Kuching, Malaysia selama masa Perang Dunia II.
Mgr. van Kessel memimpin Sintang selama 25 tahun dengan tekun dan penuh pengorbanan. Ia hadir sebagai Bapa Konsili Vatikan II (1962–1965) pada keempat sesi yang diadakan. Salah satu langkah penting yang diambilnya adalah didirikannya Sekolah Menengah Kateketik Atas (SMKA), yang kemudian berganti nama menjadi PGAK (Pendidikan Guru Agama Katolik). Ia mengundurkan diri pada tanggal 25 Mei 1973, dan tugasnya diambil alih sementara oleh Pastor L. van de Born, yang pada bulan Agustus diangkat menjadi Administrator Apostolik Sintang. Ia kemudian menghabiskan sisa waktu hidupnya di Belanda. Kepemimpinan Keuskupan Sintang kemudian dilanjutkan oleh Mgr. Isak Doera.