Pada masa Hindia Belanda, Desa Laiyolo Baru merupakan bagian dari Keopuan Laiyolo atau Regen Laiyolo, salah satu wilayah administratif di Kepulauan Selayar. Kepemimpinan lokal dijalankan oleh bangsawan bergelar Opu, sementara pemerintahan kolonial Belanda menempatkan seorang pejabat bernama Controller di Benteng untuk mengawasi para penguasa daerah.
Regen Laiyolo termasuk dalam jajaran 10–14 regen di Selayar. Jumlah wilayah regen mengalami perubahan seiring dinamika politik dan perlawanan masyarakat terhadap Belanda. Pembagian administratif yang lebih banyak dilakukan Belanda bertujuan melemahkan solidaritas para Opu agar tidak bersatu melawan kekuasaan kolonial.
Ditulis oleh Muhammad Idris Karaeng Palili Alang
Kepemimpinan lokal
Gallarang merupakan pemimpin wilayah setingkat desa. Gallarang terakhir di Laiyolo Baru adalah Muhammad Ruttung Daeng Malewa Karaeng Lewa Opu Ri Kuta Tambolongan, yang juga memimpin beberapa wilayah lain seperti Baringan dan Saring Bolo.
Kepala Regen Laiyolo terakhir adalah Andi Mulia Karaeng Palili Alang, dibantu oleh Muhammad Ruttung Daeng Malewa.
Ditulis oleh Muhammad Idris Karaeng Palili Alang
Daftar Kepala Regen Laiyolo (Opu Laiyolo)
Berdasarkan dokumen Belanda The Opus of Selayar, berikut daftar kepala Regen Laiyolo: