Massive Open Online Course (MOOC), atau kursus daring terbuka massal (besar-besaran), adalah kursus daring yang ditujukan untuk partisipasi tanpa batas dan akses terbuka melalui web.[1]
Kegiatan daring dan luring (hybrid) Wikimedia, New York.
Selain materi kursus tradisional seperti kuliah video, bacaan, dan lembar latihan soal, banyak MOOC juga menyediakan kursus interaktif dengan forum pengguna atau diskusi di media sosial untuk mendukung interaksi antara mahasiswa, dosen, dan asisten pengajar (TA). MOOC juga sering memberikan umpan balik langsung untuk kuis dan tugas singkat. MOOC merupakan salah satu bentuk pendidikan jarak jauh yang banyak diteliti. Kursus ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 2008, dan mulai populer sebagai model pembelajaran pada tahun 2012.[2]
MOOC generasi awal, disebut cMOOC (Connectivist MOOC),[3] menekankan akses terbuka — misalnya melalui lisensi terbuka untuk konten, struktur, dan tujuan pembelajaran — guna mendorong penggunaan kembali dan penggabungan sumber daya (reuse & remix). Sementara itu, MOOC generasi berikutnya, disebut xMOOC (Extended MOOC), menggunakan lisensi tertutup untuk materi kursusnya, tetapi tetap memberikan akses gratis bagi peserta.
Pedagogi
Massive Open Online Courses (MOOC) umumnya diklasifikasikan ke dalam dua kategori utama:
xMOOC, yang menekankan penyampaian konten secara terstruktur, dan
cMOOC, yang berfokus pada interaksi dan kolaborasi antarpeserta.
Penelitian akademik terkini menyoroti pentingnya penerapan struktur pedagogis dalam pengembangan MOOC guna meningkatkan keterlibatan peserta belajar dan kualitas pengajaran. Gráinne Conole (2015) memperkenalkan sistem klasifikasi komprehensif dan model desain pembelajaran untuk mendukung tujuan tersebut. Kerangka klasifikasi 12 dimensi yang dikembangkan oleh Conole mengevaluasi kursus berdasarkan kriteria pedagogis seperti komunikasi, kolaborasi, refleksi, dan personalisasi. Skema ini memungkinkan para pendidik untuk menilai orientasi pendidikan dari sebuah MOOC dan menyesuaikannya dengan tujuan pembelajaran tertentu.
Selain itu, Conole juga mengembangkan kerangka kerja 7Cs of Learning Design, yang mencakup tujuh tahap: conceptualize (konseptualisasi), capture (pengumpulan), create (pembuatan), communicate (komunikasi), collaborate (kolaborasi), consider (pertimbangan), dan consolidate (penguatan). Tahap-tahap ini memberikan pengembang kursus metode terstruktur untuk merancang dan mengimplementasikan lingkungan pembelajaran daring yang efektif. Dengan menerapkan kerangka desain ini, Conole menunjukkan bagaimana perencanaan instruksional yang matang dapat mengatasi berbagai tantangan yang sering muncul dalam MOOC, seperti tingkat penyelesaian yang rendah, interaksi peserta yang terbatas, dan keraguan terhadap kredibilitas sertifikasi MOOC.[4]
Model-model ini memberi pendidik alat untuk menyelaraskan teori pembelajaran — seperti asosiasi, kognitif, konstruktivis, situatif, dan konektivis — dengan komponen kursus seperti interaktivitas, mekanisme umpan balik, otonomi peserta, dan strategi penilaian. Melalui penyelarasan ini, desain pembelajaran (instructional design) berperan penting dalam mengintegrasikan pedagogi yang kuat ke dalam pendidikan daring berskala besar.[5]