Kurai Taji dahulunya merupakan pusat perdagangan yang penting di Padang Pariaman bagian tengah, yaitu sejak pemerintah Belanda membangun relkereta api dari Stasiun Teluk Bayur (Kota Padang) ke Stasiun Naras (Kota Pariaman). Stasiun Kuraitaji merupakan pusat perdagangan kopra, yaitu hasil bumi utama yang dihasilkan dari Padang Pariaman, dan lebih kurang 150 meter dari stasiun, pemerintah Hindia Belanda juga membangun pabrikminyak kelapa. Sekarang kawasan ini dikenal dengan Kampung Pabirik (meskipun pabriknya sudah tidak ada).
Kuraitaji juga pusat Muhammadiyah untuk Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman, karena di sinilah didirikan Cabang Muhammadiyah untuk dua kabupaten/kota tersebut pada tahun 1928.