Setiap hari, setiap benda langit tampak bergerak di sepanjang jalur melingkar pada bola langit karena adanya rotasi bumi yang menciptakan dua momen ketika melintasi meridian.[1][2] Kecuali di kutub geografis, setiap benda langit yang melewati meridian memiliki kulminasi atas, ketika mencapai titik tertinggi di atas cakrawala, dan hampir dua belas jam kemudian, diikuti oleh kulminasi bawah, ketika mencapai titik terendahnya. Waktu kulminasi (ketika benda langit memuncak) sering diartikan sebagai kulminasi atas.[1][2][3]
Ketinggian sebuah benda langit (A) dalam derajat pada kulminasi atasnya sama dengan 90 dikurangi oleh garis lintang pengamat (L) dan ditambah dengan deklinasi benda langit tersebut (δ), atau ditulis: A = 90° − L + δ.
12Daintith, John; Gould, William (2009). "Culmination". The Facts on File Dictionary of Astronomy. Infobase Publishing. hlm.110. ISBN1438109326.
↑Mackenzie, William (1879–81). "Meridian". The National Enyclopaedia. Vol.8 (Edisi library). London, Edinburgh, and Glasgow: Ludgate Hill, E.C. hlm.993.