Kuil Tsushima (津島神社code: ja is deprecated , Tsushima Jinja) adalah sebuah kuil Shinto di Tsushima, Prefektur Aichi, Jepang. Kuil ini merupakan kuil utama dari jaringan kuil nasional Kultus Tsushima (津島信仰code: ja is deprecated , Tsushima Shinkō). Berpusat di Wilayah Tōkai, jaringan ini mencakup sekitar 3.000 kuil dan merupakan jaringan kuil terbesar kesepuluh di negara ini. Kami utama dalam kultus ini adalah Gozu Tennō (牛頭天王code: ja is deprecated , raja surga berkepala lembu), dewa wabah penyakit, dan Susanoo, dua dewata yang telah dipersatukan.[1] Karena alasan ini, seperti halnya kuil yang lain, Kuil Tsushima juga disebut Tsushima Gozutennō-sha (津島牛頭天王社code: ja is deprecated , Kuil Tsushima Gozutennō).[2]
Sejarah
Sebuah legenda yang tidak didukung oleh bukti sejarah mengklaim bahwa kuil ini didirikan di Tsushima oleh Kaisar Kōrei (343-215 SM) untuk menyembah aramitama (sisi kekerasan) Gozutennō, yang tinggal di Izumo Taisha, dan nigemitama (sisi kebaikan) yang datang ke Jepang dari Korea setelah singgah di Pulau Tsushima di antara Semenanjung Korea dan Kepulauan Jepang. Kuil tersebut dipindahkan ke lokasinya saat ini di Provinsi Owari pada tahun 540 M. Hal ini mungkin menjelaskan nama kedua tempat itu yang sama persis.[2] Kuil ini muncul dalam catatan sejarah dari era Kaisar Saga (786-846 M), di mana pada masa pemerintahannya kuil ini dianugerahi status Peringkat Pertama, yang menunjukkan bahwa kuil ini memiliki arti penting dan usianya yang sudah cukup tua pada masa itu. Kuil ini diberikan gelar Tennō-sha (天王社code: ja is deprecated ) oleh Kaisar Ichijō (980-1011 M); namun, karena alasan yang tidak diketahui, kuil ini sama sekali tidak disebutkan dalam catatan Engishiki yang diselesaikan pada tahun 927 M, maupun dalam catatan resmi provinsi. Pada zaman Sengoku, klan Oda membangun Istana Shobata di dekat kuil, dan lambang keluarga klan Oda sama dengan lambang yang digunakan oleh Kuil Tsushima, menunjukkan hubungan yang erat. Kuil tersebut kemudian diperbaiki oleh Toyotomi Hideyoshi, lalu menerima status resmi serta dukungan dari klan Owari Tokugawa dari Domain Owari di bawah Keshogunan Tokugawa di zaman Edo.
Dengan berdirinya Shinto Negara pada zaman Meiji, Kuil Tsushima awalnya digolongkan sebagai kuil prefektur dalam sistem peringkat kuil Shinto modern, lalu statusnya ditingkatkan menjadi kokuhei-shōsha (国幣小社code: ja is deprecated , Kuil Nasional, peringkat ke-3) pada tahun 1926.
Pada tahun 1920, Honden (balairung utama) kuil, yang dibangun pada tahun 1605 di bawah perlindungan Matsudaira Tadayoshi, ditetapkan sebagai Properti Kebudayaan Penting Jepang. Bangunan ini dibangun dengan gaya owari-zukuri, yang tinggal sedikit contohnya yang tersisa.[3] Gerbang Rōmon, yang dibangun pada tahun 1591, juga ditetapkan sebagai Properti Kebudayaan Penting pada tahun 1954.[4]
Festival
Kuil ini menggelar festival yang disebut Tsushima Matsuri (津島祭りcode: ja is deprecated ) pada bulan keenam kalender candra (Juli dalam kalender Gregorius). Selama festival, perahu yang disebut danjiri (車楽code: ja is deprecated ) dilarung di Sungai Tennō, dan alang-alang dihanyutkan ke air.[2]