Kue cubit (pinch cake) merupakan salah satu jenis kue basah jajanan tradisional khas Indonesia yang berasal dari masyarakat Betawi (Jakarta) karena sangat terkenal disana.[1][2] Yang khas dari kue cubit adalah alat memasaknya yang bentuknya menyerupai loyang panggangan bundar dengan beragam bentuk cetakan di dalamnya. Kue ini dimasak dengan cara dipanaskan diatas kompor bukan dengan menggunakan oven.[2] Pada dasarnya kue cubit hanya memiliki warna asli dari adonan yaitu kuning keputih-putihan dan sedikit pucat yang memiliki rasa yang manis, lembut dan legit.
Konon, jajanan kue cubit ini berasal dari negeri Belanda. Proses akulturasi terhadap keberadaan kue ini sudah ada pada zaman kolonialisme Belanda. Banyak kue-kue yang kita kenal saat ini merupakan bagian dari warisan Belanda, seperti kaasstengels, kroket hingga lapis legit. Kue cubit dalam bahasa Belanda dikenal sebagai poffertjes.[3]
Kue cubit awalnya dikembangkan pertama kali oleh para biarawanPrancis di dekat kota Woerden di Belanda pada tahun 1720 ketika Belanda menguasai Indonesia. Saat itu, poffertjes hanya dikonsumsi oleh masyarakat kurang mampu. Ini dikarenakan bahan utamanya yakni buckwheat yang hanya tumbuh di tanah yang gersang. Dengan taburan gula dan olesan mentega, makanan ini sudah cukup untuk mengisi perut para petani kala itu.[4]
Jajanan ini dinamakan kue cubit karena pada saat kue ini telah matang, si pembuat mengambil kue ini dengan menggunakan penjepit yang terbuat dari kayu untuk mengapit kue tersebut.[2] Jika dimasa lalu jajanan ini biasa disajikan dengan toppingcokelat, kini kue cubit biasa disajikan dengan berbagai varian rasa lain, seperti greentea, keju, tiramisu, red velvet, hingga kitkat.[3]
Adonan kue cubit mirip dengan adonan pancake, kue cubit menggunakan bahan dasar tepung terigu dalam proses pembuatannya, dengan bahan tambahan lain seperti telur, gula, margarin, vanili, baking powder, dan ragi.[1] Bentuk dan cara pembuatannya mirip dengan kue pukis, hanya bedanya kue cubit bertekstur lebih lembut serta tidak menggunakan ragi instan dan santan.
Referensi
12SJARIFUDDIN, SJAFRIEDO (2022). "PEMANFAATAN TEPUNG BIJI DURIAN DALAM PEMBUATAN KUE CUBIT". SKRIPSI: Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti.
123NURCAHYANI, EFI (2020). "ANALISIS TINGKAT KESUKAAN KONSUMEN TERHADAP KUE CUBIT DENGAN PENGGUNAAN PEWARNA ALAMI DAUN BINAHONG". SKRIPSI: SEKOLAH TINGGI PARIWISATA AMPTA YOGYAKARTA.
12admin1 (2022-12-05). "Begini Muasal Kue Cubit Khas Betawi". Seni Budaya Betawi (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-03-23. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)