Tiga atau empat peluncur, masing-masing membawa 20 roket pencegat.
Kubah Besi (Ibrani: כִּפַּת בַּרְזֶל, kippat barzel, bahasa Inggris: Iron Dome) adalah sistem pertahanan udara[8] yang dikembangkan oleh Rafael Advanced Defense Systems.[7] Sistem ini dirancang untuk menghalau dan menghancurkan serangan roket jarak pendek dan roket artileri yang ditembakkan dari rentang jarak 4 kilometer (2,5mi) hingga 70 kilometer (43mi) yang dinilai membahayakan wilayah penduduk.[9][10]Israel berencana untuk menambah kemampuan halau Kubah Besi, dari kemampuan maksimum 70 kilometer (43mi) hingga 250 kilometer (160mi) dan membuatnya lebih fleksibel sehingga dapat mencegah datangnya dua roket dari arah berlainan.[11]
Pada bulan Maret 2026, sistem pertahanan ini berhasil ditembus dan hancur lebur usai digempur ribuan roket canggih dari Iran sehingga mempermalukan kesombongan negara Yahudi atas sistem anti-rudal paling mutakhir dengan julukan "Perisai Besi" termodern di dunia, namun luluh lantak diserang teknologi senjata negeri Persia.