Selain itu, wilayah ini merupakan salah satu daerah bersejarah bagi masyarakat Kristen Protestan di Provinsi Papua Barat, sebab pada tanggal 5 Februari 1855, dua orang penginjil mendarat di Pulau Mansinam dan memulai karya penyebaran Kristen Protestan di kalangan beberapa suku di wilayah ini yang masih suka berperang satu sama lain.[butuh rujukan]
Wilayah ini kaya akan hasil alam baik pertanian, perkebunan, perikanan dan pertambangan.[butuh rujukan] Hasil pertanian berupa ketela dan umbi-umbian.[butuh rujukan] Hasil perikanan berupa udang, ikan, serta hasil tambang seperti gas alam dan emas.[butuh rujukan]
Kota Manokwari terdiri dari 4 distrik, 9 kelurahan dan 46 kampung. Pada tahun 2019, jumlah penduduknya mencapai 106.672 jiwa dengan luas wilayah 125,46 km² km² dan sebaran penduduk 52 jiwa/km².[4][5]Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Manokwari, adalah sebagai berikut:
Berikut adalah daftar Puskesmas di Kota Manokwari:[butuh rujukan]
Puskesmas Amban
Puskesmas Aipiri
Puskesmas Maripi
Puskesmas Nuni
Puskesmas Pasir Putih
Puskesmas Pulau Mansinam
Puskesmas Sanggeng
Puskesmas Sowi IV
Puskesmas Wosi
Sebuah daerah otonomi baru (DOB) berlokasi dibagian utara wilayah Kabupaten Manokwari yang meliputi 4 distrik. DOB yang direncanakan bernama Kota Manokwari.[6]