Ibu kota kabupaten in Nusa Tenggara Timur, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia{{SHORTDESC:Ibu kota kabupaten in Nusa Tenggara Timur, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia|noreplace}}
Sesudah diasingkan ke Kota Ende, Belanda memindahkan Soekarno ke Bengkulu. Soekarno melanjutkan masa pengasingannya sampai Jepang datang menduduki Indonesia. Hal ini tercantum dalam sejarah bangsa Indonesia yang cukup kelam.
Pemerintahan
Kecamatan
Kota Ende terdiri dari 5 Kecamatan, 16 Kelurahan, dan 41 Desa. Pada tahun 2023, jumlah penduduknya mencapai 106.315 jiwa dengan luas wilayah 64,77km² dan sebaran penduduk 1.380 jiwa/km².[3]
Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Ende, adalah sebagai berikut:
Masayarakat Ende memiliki keberagaman suku dan agama. Pada tahun 2023 jumlah penduduk Ende Kota sebanyak 106.315 jiwa dengan kepadatan penduduk 1.380 jiwa/km². Sebagian besar penduduknya beragama Kristen yakni 61,84%, di mana Katolik 57,06% dan Protestan 4,78%. Sebagian besar lagi beragama Islam yakni 37,98%, dan sebagian kecil beragama Hindu yakni 0,14%, Buddha 0,02%, dan Konghucu 0,00%[4]
Suku Mayoritas di kota Ende adalah suku Lio dan suku Ende, selain itu ada suku lainnya yaitu Bugis, Makassar Bima dll.
Penduduk di kota ini rata-rata hampir semuanya menggunakan transportasi umum, terutama yang tinggal di desa-desa terpencil. Mereka menggunakan angkutan umum untuk mengangkut hasil panen serta membawa belanjaan dari pasar.