Korupsi di MarokoSosialisasi situs web baru pemerintah Maroko terkait memerangi korupsi dan menciptakan lapangan kerja.
Korupsi di Maroko, baik dalam bentuk kecil maupun besar, merupakan masalah yang semakin berkembang di negara tersebut. Sebuah laporan rahasia dari diplomat Amerika Serikat pada tahun 2009 menyatakan bahwa korupsi semakin terlembagakan di bawah kepemimpinan Raja Mohammed VI, dan bahwa keluarga kerajaan menggunakan lembaga publik untuk memaksa dan meminta suap.[1]
Dalam Indeks Persepsi Korupsi 2024 yang dirilis oleh Transparency International, Maroko memperoleh skor 37 dari skala 0 ("sangat korup") hingga 100 ("sangat bersih"). Berdasarkan skor tersebut, Maroko menempati peringkat ke-99 dari 180 negara, di mana negara dengan peringkat pertama dianggap memiliki sektor publik paling jujur.[2] Sebagai perbandingan di tingkat regional, skor rata-rata negara-negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara adalah 39. Skor tertinggi di kawasan ini adalah 68 dan yang terendah adalah 12.[3] Di tingkat global, skor rata-rata adalah 43, dengan skor tertinggi 90 (peringkat 1) dan terendah 8 (peringkat 180).[4]
Pelaku usaha juga mengidentifikasi korupsi sebagai hambatan besar bagi investasi di Maroko. Pengadaan barang dan jasa pemerintah merupakan sektor yang sangat rentan terhadap korupsi, dengan kontrak-kontrak pemerintah yang sering kali diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang memiliki koneksi kuat. Kasus korupsi yang melibatkan individu berpengaruh jarang diproses secara hukum.[5]