Kronik
Sejak Resimen Infanteri Hasanuddin diresmikan pada tanggal 9 Januari 1957 yang merupakan tonggak sejarah berdirinya sampai berubah nama menjadi Korem 141/Toddopuli hingga sekarang ini telah mengalami beberapa perkembangan, perubahan nama, organisasi/satuan maupun struktur dan wilayah. Salah satu satuan unsur pembentuk Korem 141/Toddopuli adalah Kodim 1421/Pangkep.
Sektor I dalam Komando Resimen Infanteri Hasanuddin
Pada awal berdirinya 9 Januari 1957 Komando Resimen Infanteri Hasanuddin mengembang tugas selain sebagai satuan tempur yang melaksanakan tugas-tugas operasi juga dibebani tugas-tugas teritorial. Komando Resimen Infanteri Hasanuddin merupakan unsur Komando yang dilengkapi dengan bagian I s/d IV dan dalam melaksankan pembinaan teritorial, Komando Resimen Infanteri Hasanuddin membentuk tiga sektor dan setiap sektor dipimpin oleh Perwira Distrik Militer (PDM) yang meliputi:
- Sektor I, meliputi Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Kabupaten Maros, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Takalar.
- Sektor II, meliputi Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Bulukumba, Kabupaten Kepulauan Selayar, dan Kabupaten Sinjai.
- Sektor III, meliputi Kabupaten Bone.
Membawahi 7 (tujuh) Batalyon Infanteri, yaitu Batalyon Inf 704 Roi I, Batalyon Inf 708 Roi I, Batalyon Inf 710 Roi I, Batalyon Inf 715 Roi I, Batalyon Inf 716 Roi I, Batalyon Inf 717 Roi I, dan Batalyon Inf 718 Roi I.
Sektor I dalam Korem I/Lompobattang
Berdasarkan penetapan KASAD No: PNTP 0-5 tanggal 5 Agustus 1958 tentang organisasi dan prosedur KDM-SST yang melaksanakannya diatur dalam Surat Keputusan Panglima KDM-SST Nomor:Kpts-0073/5/1960 tanggal 31 Mei 1960 tentang pembentukan Korem dalam wilayah KDM-SST maka nama Komando Resimen Infanteri Hasanuddin (RI Hasanuddin) berubah menjadi Komando Resor Militer I/Lompobattang (Korem I/Lompobattang) berkedudukan di Makassar.
Dengan terbentuknya 4 (empat) Korem di wilayah KDM-SST maka Komando Resimen Infanteri Hasanuddin berubah menjadi Komando Resor Militer I/Lompobattang, dan mengalami perubahan yaitu personel RI Hasanuddin terbagi dua, yakni sebagian masuk resimen induk yang berkedudukan di Pakatto, Kabupaten Gowa dan sebagian masuk Korem I/Lompobattang yang tetap berkedudukan di Makassar. Dan wilayah tetap membawahi tiga sektor seperti Resimen Infanteri Hasanuddin yang meliputi:
- Sektor I, meliputi Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Kabupaten Maros, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Takalar.
- Sektor II, meliputi Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Bulukumba, Kabupaten Kepulauan Selayar, dan Kabupaten Sinjai.
- Sektor III, meliputi Kabupaten Bone.
Dengan perubahan Komando Resimen Infanteri Hasanuddin menjadi Komando Resor Militer I/Lompobattang, tugas tempur dan tugas teritorial masih tetap dilaksanakan juga ditambah satu tugas lagi, yaitu sebagai Komando Garnisun Latimojong yang berlokasi di Bone Pute, daerah Palopo Selatan. Dengan demikian komandan dan kepala staf Korem I/Lompobattang juga merangkap sebagai komandan dan kepala staf Garnisun Latimojong, dan untuk jabatan kepala-kepala seksi Garnisun Latimojong adalah perwira-perwira dari Korem I/Lompobattang yang bertugas secara bergiliran mengisi jabatan-jabatan yang diperlukan. Komando Garnisun Latimojong dibentuk berdasarkan atas keperluan untuk menanggulangi kemungkinan diadakannya perundingan dengan pimpinan DI/TII Sulawesi Selatan dan Tenggara yang telah menyatakan penghentian tembak-menembak antara pasukan pemerintah RI dengan pasukan gerombolan DI/TII karena adanya pernyataan mereka bersedia kembali kepangkuan RI.
Cikal bakal
Pada tahun 1959 dalam rangka reorganisasi/reformasi Batalyon Infanteri 715 ROI–I, maka dipecah menjadi 3 kesatuan masing-masing:
- Batalyon Infanteri 404/Bawakaraeng (Yonif 404/Bawakaraeng), berkedudukan di Pandang-Pandang meliputi Kabupaten Goa di bawah pimpinan Kapten Inf. Syahris Djawali.
- Batalyon Demonstrasi dan Latihan (Yon Demlat), berkedudukan di Km. 10 Ujung Pandang di bawah pimpinan Kapten Inf. M. Mandagi.
- Komando Distrik Militer A/Anuang (Kodim A/Anuang), berkedudukan di Maros meliputi Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkadjene di bawah pimpinan Kapten Inf. Mustari.
Dengan proses perkembangan tersebut, maka timbulkan cikal bakal Kodim 1421/Pangkep sebagai berikut:
- Tahun 1960. Sesuai perkembangan situasi dan kondisi diadakan reformasi satuan yang antara lain Kodim A/Anuang berubah menjadi Kodim C/Anuang, Korem I/Lompobattang.
- Tahun 1961. Dalam pembentukan Kodim-Kodim dalam wilayah Kodam XIV/Hasanuddin, maka Kodim C/Anuang dipecah menjadi 2 Kodim masing- masing, yaitu Kodim 1412, Korem I/Lompobattang berkedudukan di Pangkadjene meliputi daerah Kabupaten Pangkadjene dan Kodim 1414, Korem I/Lompobattang berkedudukan di Maros meliputi wilayah Kabupaten Maros.
Nomenklatur SK KASAD No. KPTS-731/8/1960
Pada 8 Agustus 1960 dikeluarkan Surat Keputusan KASAD No. KPTS-731/8/1960 di Jakarta. Surat Keputusan tersebut di antaranya berisi pembagian wilayah semua Kodam dalam daerah-daerah Kodim; dan menentukan jumlah Kodim, sebutannya, daerah teritorialnya, tempat kedudukan Markas Kodim, dan kode/nomor. Kodim 1421/Pangkep pada saat itu dengan nomenklatur Kodim 1412/Pangkadjene bermarkas di Pangkadjene, di bawah Korem I/Lompobattang, Kodam XIV/Sulselra.[1]
Dari Korem I/Lompobattang menjadi Korem 141/Toddopuli
Setelah KDM-SST dirubah menjadi Kodam XIV/Hasanuddin berdasarkan Radiogram Menteri Panglima Angkatan Darat (MENPANGAD) No. T-2867/1962 tanggal 8 November 1962 dan Surat Keputusan Pangdam XIV/Hasanuddin No. KPTS/0203/XI/1962, tanggal 13 November 1962 tentang perubahan dari 6 Korem (Korem I/Lompobattang, Korem II/Mattirowalie, Korem III/Ujung Pandang, Korem IV/Mappesonae, Korem V/Sawerigading, dan Korem VI/Haluoleo) menjadi 3 Korem (Korem 141/Toddopuli, Korem 142/Taroada Tarogau, dan Korem 143/Haluoleo). Dengan adanya perubahan tersebut maka Korem I/Lompobattang berubah menjadi Korem 141/Toddopuli. Komandan Mayor Andi Lantara tetap berkedudukan di Ujung Pandang, Kotamadya Makassar dan pada tahun 1964 kedudukannya pindah ke Watampone, Kabupaten Bone.
- Korem 141/Toddopuli secara organik membawahi 13 Kodim masing-masing adalah:
- Kodim 1409/Wadjo
- Kodim 1410/Soppeng
- Kodim 1411/Barru
- Kodim 1412/Pangkadjene
- Kodim 1413/Bone
- Kodim 1414/Maros
- Kodim 1415/Goa
- Kodim 1416/Sindjai
- Kodim 1417/Bulukumba
- Kodim 1418/Bonthain
- Kodim 1419/Djeneponto
- Kodim 1420/Takalar
- Kodim 1421/Selajar
[2]
De facto Sub Kodim Pangkadjene
Tahun 1963. Kodim 1412, Korem 141/Toddopuli mengalami reformasi menjadi Koordinator Perwira Urusan Teritorial (Koprut) dan Perlawanan Rakyat di bawah Komando Distrik Militer 1408/Jumpandang. Tahun 1964. Koprut Pangkadjene menjelma menjadi Sub Kodim Pangkadjene, Kodim 1408/JP meliputi daerah Kabupaten Pangkadjene.
Nomenklatur SK MEN/PANGAD No. KEP-1032/10/1966
Pada 7 Oktober 1966 dikeluarkan Surat Keputusan MEN/PANGAD No. KEP-1032/10/1966 di Jakarta. Surat Keputusan tersebut berisi pengesahan berdirinya 13 (tiga belas) Sub Kodim di bawah jajaran Kodam XIV/Hasanuddin. Kodim 1421/Pangkep merupakan salah satu di antaranya yang pada saat itu dengan nomenklatur Kodim 1408/Pangkadjene berstatus Sub Kodim yang bermarkas di Pangkadjene. Saat itu pula, Sub Kodim ini merupakan bagian dari Kodim 1408/JP "Jumpandang" (meliputi wilayah teritorial Kabupaten Maros, Kotamadya Makassar, dan Kabupaten Pangkadjene), di bawah Korem 141/Toddopuli, Kodam XIV/Hasanuddin.[3]
Penglikuidasian menjadi Kodim
Berdasarkan Surat Keputusan Pangdam XIV/HN Nomor:Skep/204/XI/1977 tanggal 11 November 1977 tentang pengesahan berdirinya Kodim 1408/BS di wilayah Kodam XIV/HN antara lain Kodim 1421/BS di wilayah Kabupaten Pangkadjene. Ditindak lanjuti dengan Surat Keputusan Pangdam XIV/HN Nomor:Skep/205/XI/1977 tanggal 19 November 1977, maka Sub Kodim 1408/Pangkadjene dilikuidasi menjadi Kodim 1421/BS Tmt. 20-01-1978. Tahun 1982: Status Kodim 1421/BS dilikuidasi menjadi Kodim 1421/Pangkadjene Rem 141/Tp.
Alih kodal (komando kendali)
Pada 26 September 2018, Kodim 1421/Pangkep bersama dengan Kodim 1404/Pinrang, Kodim 1405/Parepare, dan Kodim 1420/Sidrap secara resmi dialihkodalkan dari Komando Resor Militer 142/Taroada Tarogau ke Komando Resor Militer 141/Toddopuli. Pelaksanaan alih kodal ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Kasad Nomor 25 Tahun 2018 tanggal 17 Juli 2018 tentang Penataan Satuan dan Pembentukan Satuan Baru Jajaran TNI AD. Berdasarkan Surat Telegram Pangdam XIV/Hsn No. ST/1733/2018 tanggal 17 September 2018 tentang pelaksanaan upacara Alih Kodal 4 Kodim jajaran Korem 142/Tatag ke Korem 141/Tp. Dalam rangka meningkatkan pembinaan Teritorial Korem 141/Toddopuli sehingga mengalami perubahan wilayah dengan penambahan 4 Kodim, maka Korem 141/Toddopuli membawahi:
- Kodim 1404/Pinrang
- Kodim 1405/Mallusetasi
- Kodim 1406/Wajo
- Kodim 1407/Bone
- Kodim 1409/Gowa
- Kodim 1410/Bantaeng
- Kodim 1411/Bulukumba
- Kodim 1415/Selayar
- Kodim 1420/Sidrap
- Kodim 1421/Pangkep
- Kodim 1422/Maros
- Kodim 1423/Soppeng
- Kodim 1424/Sinjai
- Kodim 1425/Jeneponto
- Kodim 1426/Takalar
- Yonif 726/Tamalatea
[2]