Klordiazepoksida/klidinium bromida adalah obat kombinasi dosis tetap yang digunakan untuk mengobati tukak lambung, sindrom iritasi usus besar (IBS), dan gastritis.[1] Obat ini mengandung klordiazepoksida dan klidinium bromida. Obat ini membantu meredakan spasmofili perut, kram perut, dan kecemasan yang berhubungan dengan gangguan lambung. Biasanya tidak diresepkan dengan dosis yang menyertainya, melainkan petunjuk tentang berapa banyak kapsul yang harus diminum per hari. Obat ini tersedia dalam bentuk kapsul yang diminum, biasanya tiga atau empat kali sehari, sebelum makan dan sebelum tidur.[2] Klordiazepoksida adalah obat anti-kecemasan yang termasuk dalam kelas benzodiazepin.[3] Penggunaannya pada IBS diduga karena kemampuannya menenangkan bagi pasien yang memiliki gejala IBS yang diperburuk oleh kecemasan. Klidinium bromida adalah antimuskarinik amonium kuarterner sintetis,[4] subkelas dari keluarga obat yang dikenal sebagai antikolinergik. Obat ini mengobati IBS dengan mengurangi motilitas gastrointestinal.
Klordiazepoksida dapat menimbulkan kecanduan. Toleransi dapat berkembang dengan penggunaan jangka panjang atau berlebihan, sehingga obat ini kurang efektif. Obat ini harus diminum secara teratur agar efektif. Menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba dapat memperburuk kondisi dan menyebabkan gejala putus obat (kecemasan, sulit tidur, dan mudah tersinggung).[2]
Obat ini disetujui untuk penggunaan medis di Amerika Serikat pada tahun 1966.[5][6] Obat ini tersedia sebagai obat generik.[7]
Kegunaan medis
Klordiazepoksida/klidinium bromida diindikasikan untuk mengendalikan faktor emosional dan somatik pada gangguan gastrointestinal. Obat ini juga dapat digunakan sebagai terapi tambahan dalam pengobatan tukak lambung dan pengobatan sindrom iritasi usus besar (usus besar yang teriritasi, usus besar spastik, kolitis mukosa) dan enterokolitis akut.[6]