Klero adalah sebuah desa di kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Wilayah ini dikenal strategis karena berada di jalur nasional Semarang–Surakarta, yang menjadikan perekonomian desa relatif makmur.
Di desa ini terdapat situs budaya berupa Candi Klero dan sumber mata air alami yang dikenal sebagai Sendang Makmur, keduanya menjadi bagian penting dari identitas lokal dan potensi wisata desa.
Sejarah
Dalam sejarah dan asal-usulnya, masyarakat Klero dahulu memercayai kepercayaan animisme. Di sebuah tanah terbuka bernama oro-oro dekat batu Dampit, konon terdapat kelir wayang kulit dan seperangkat gamelan gaib. Pada hari-hari tertentu, benda-benda tersebut dapat ditampakkan dan dipinjam secara batin oleh warga, dengan syarat tidak boleh terkena kotoran ayam. Namun, karena suatu pelanggaran terhadap syarat tersebut, benda-benda gaib itu tidak lagi dapat dipinjam hingga kini. Keberadaan kelir di oro-oro inilah yang diyakini menjadi asal-usul nama Desa Klero.[butuh rujukan]
Geografi
Secara geografis, Desa Klero berbatasan dengan Desa Karangduren di utara, Desa Cukil di timur, Desa Tengaran di selatan, dan Desa Butuh di barat. Letaknya yang berada di jalur utama antar kota besar memberikan keuntungan dalam akses transportasi dan perdagangan.