Kitsuné didirikan pada tahun 2002 di Paris oleh Gildas Loaëc, Masaya Kuroki, dan perusahaan desain asal London, Åbäke, yang beranggotakan Patrick Lacey, Benjamin Reichen, Kajsa Ståhl, dan Maki Suzuki.[2][3][4][5] Loaëc dan Kuroki, yang sama-sama menyukai mode dan musik, kemudian terpikir untuk mendirikan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang mode dan musik, saat sedang berlibur di Jepang. Sebelum mendirikan perusahaan ini, Loaëc bekerja dengan Daft Punk dan juga dengan label rekaman milik Thomas Bangalter, Roulé.[4][6][7]
Pada tahun 2019, Maison Kitsuné membuka restoran pertamanya di Paris dengan nama Café Kitsuné.[8] Perusahaan ini kemudian membuka dua restoran lagi di Paris, empat restoran di Jepang, serta masing-masing dua restoran di Korea Selatan, New York, Shanghai, Bangkok, dan Jakarta.[9][10][11]
Nama
Nama Kitsuné berasal dari sebuah kata dalam Bahasa Jepang, yakni kitsune (Hiragana: きつね, kanji: 狐) yang berarti "rubah". Di Jepang, rubah dianggap memiliki kekuatan untuk mengubah penampilan dan wajahnya. Hal tersebut pun sesuai dengan sejumlah arah dan bagian berbeda dari Kitsuné.[3][12]