Empat putra Raja Chulalongkorn saat belajar di Britania Raya
Pangeran Kitiyakara Voralaksana lahir di Grand Palace, Bangkok. Ia merupakan anak ke-12 dari Raja Chulalongkorn (Rama V dari Siam) dan Chao Chom Manda Uam (เจ้าจอมมารดาอ่วมcode: th is deprecated ). Kakek dari pihak ibunya adalah seorang pengusaha Tionghoa-Thailand terkemuka yang memprakarsai pembuatan Khlong Phasi Charoen.[2] Ia menempuh pendidikan dasar di Suankularb Wittayalai School, Bangkok. Pada tahun 1885, ia pergi ke Britania Raya untuk mempelajari Studi Ketimuran, Pali, dan Sanskerta di Balliol College, Oxford.[3] Ia belajar di luar negeri bersama tiga saudara tirinya:
Setelah kembali ke Bangkok, ia bekerja di Kantor Sekretariat Kerajaan dan Kantor Pendidikan (kemudian menjadi Kementerian Pendidikan). Pada 26 April 1902, ayahnya memberinya gelar kerajaan sebagai Pangeran Chanthaburi, yang diterjemahkan sebagai Krom Muen Chunthaburi Naruenat (กรมหมื่นจันทบุรีนฤนาถcode: th is deprecated ), tingkat kelima dalam jajaran pangkat Krom. Ia menggunakan gelar ini hingga kematian ayahnya. Gelar kerajaannya kemudian dinaikkan dari Krom Muen menjadi Krom Phra (tingkat kedua dalam jajaran pangkat Krom) oleh saudara tirinya, Raja Vajiravudh (Rama VI).
Tugas Kerajaan
Ia bekerja di kantor Sekretariat Kerajaan sekembalinya ke Siam pada tahun 1894 sebelum menjabat sebagai Direktur Jenderal Departemen Pendidikan di Kementerian Pendidikan. Ia kemudian dipindahkan ke Departemen Pengawas Keuangan, Kementerian Keuangan pada tahun 1902 karena ijazah akuntansi yang diperolehnya saat belajar di Balliol College, Universitas Oxford. Ia kemudian menjadi pelaksana tugas Menteri Keuangan pada tahun 1907 setelah pengunduran diri Phraya Suriyanuwat (Koed Bunnag) karena konflik berkepanjangan dengan menteri lain dalam kabinet dan pemungut pajak. Ia secara resmi menjabat sebagai Menteri Keuangan pada 1 April 1908 karena kemampuannya dalam menangani urusan keuangan yang berhasil memuluskan jalan bagi Baht Siam untuk masuk ke Standar Emas pada 11 November 1908.
Ia mendirikan Kantor Tabungan (sekarang Bank Tabungan Pemerintah) pada 1 April 1913 bagi rakyat umum untuk menabung dan menyimpan uang guna menghindari bahaya seperti pencurian, kebakaran, dan lain-lain. Ia mempromosikan budaya menabung kepada seluruh rakyat, serta mendirikan Departemen Perdagangan dan layanan manajemen statistik. Ia menyusun peraturan hukum bea cukai, serta memperbarui kementerian pendapatan dan perpajakan. Seluruh kantor pemungutan pajak kemudian dikumpulkan dalam satu departemen di bawah kendali kementerian ini. Selain itu, ia menetapkan undang-undang pengendalian alkohol dan opium menjadi monopoli pemerintah, yang membuka jalan bagi kemampuan pemerintah di masa depan untuk menegakkan larangan opium.
Pada tahun 1920, ia menjabat sebagai Menteri Perdagangan berkat kemampuannya yang luar biasa di bidang perdagangan dan ekonomi. Namun, ia harus melepaskan jabatan Menteri Keuangan karena beban kerja yang berat di kedua kementerian tersebut, terutama adanya defisit keuangan selama tahun 1920-an.
Selain itu, ia juga bekerja sebagai komite Institut Kerajaan Siam. Ia menerjemahkan novel Chandrakumarn Chadok dari Pali ke dalam versi bahasa Thai. Ia menyusun Glosarium Pali-Thai-Sanskerta-Inggris, dengan menggunakan referensi dari kamus Pali karya R.C. Childers. Kemudian Asosiasi Pali Pakorn menerbitkannya sebagai edisi utama kamus tersebut. Kelak, pada masa pemerintahan Raja Bhumibol Adulyadej (Rama IX), tanggung jawab pemulihan edisi asli diberikan kepada Mom Luang Chirayu Navawongs, anggota Dewan Penasihat, bersama dengan Yayasan Maha Mongkut Royal College. Edisi baru ini berhasil disusun, diterbitkan, dan kini telah dikenal luas.
Masa Tua
Anggota Wangsa Kitiyakara, 1925
Di masa tuanya, ia pergi ke Paris, Prancis, untuk menjalani pengobatan penyakitnya (Kanker laring). Namun, ia meninggal dunia dengan tenang di sana pada 27 Mei 1931. Kemudian, Menteri Perdagangan membangun patungnya dan mendirikannya di depan gedung Kementerian Perdagangan. Patung tersebut masih dapat dilihat berdiri di sana hingga hari ini, sebagai bentuk kenangan bahwa ia adalah Menteri Perdagangan pertama Siam dan atas jasanya melindungi tabungan rakyat umum di Thailand.
Kediaman resmi Wangsa Kitiyakara adalah Deves Palace, Bangkok. Keturunannya masih terus menempati istana ini hingga sekarang.