Ditingkatkan menjadi Keuskupan Clifton pada tanggal 29 September 1850
Sejarah
Reformasi Inggris menekan hierarki Gereja Katolik di Inggris pada pertengahan abad ke-16. Pada tahun 1622, Kongregasi Suci untuk Penyebaran Iman mendirikan sebuah vikariat apostolik yang meliputi seluruh wilayah Inggris, yang dibagi menjadi empat distrik pada tahun 1688. Distrik Barat, yang terdiri dari seluruh wilayah Wales dan wilayah Keuskupan Plymouth dan Clifton sekarang. Hierarki Gereja Katolik kemudian dipulihkan pada tahun 1850 oleh Paus Pius IX, dan di Distrik Barat dibentuklah Keuskupan Clifton, penamaanya karena Undang-Undang Nama Gerejawi 1851 (dicabut 20 tahun kemudian oleh Undang-Undang Nama Gerejawi 1871) melarang keuskupan dari Gereja Katolik untuk menggunakan nama yang sama dengan keuskupan dari Gereja Anglikan saat ini atau bekas keuskupan Gereja Anglikan, terlepas dari kenyataan bahwa Keuskupan Clifton memiliki Gereja Katedral di dalam Kota Bristol. Vikaris Apostolik Joseph William Hendren ditunjuk sebagai uskup pertama.[1]