Plot
Film ini dimulai dengan penggambaran peristiwa sejarah India, yaitu Pembantaian Jallianwala Bagh di Amritsar. Brigadir Jenderal Reginald Dyer memerintahkan pasukannya untuk menembaki kerumunan orang yang dianggap sebagai pemberontak Punjabi di Jallianwala Bagh, Amritsar. Ratusan orang tewas, tetapi seorang remaja revolusioner bernama Pargat Singh, yang termasuk dari sedikit yang selamat, berhasil bertahan hidup. Pargat kehilangan ibu dan adik perempuannya dalam tragedi tersebut. Laporan tentang kebenaran di surat kabar, terutama Punjab Samachar, dibakar dan dihancurkan oleh pihak Inggris. Pemerintah kolonial menyatakan bahwa para korban adalah pemberontak yang melanggar hukum Inggris dan terhadap mereka telah diambil tindakan yang diperlukan. Mereka juga mengklaim bahwa para pemberontak bersenjata dan menyerang tentara, meskipun tidak ada satu pun tentara yang tewas. Kemudian, film memperkenalkan C. Sankaran Nair, seorang pengacara terkemuka India dan anggota Dewan Raja Muda, yang dianugerahi gelar Knight oleh Kerajaan Inggris. Ia mengetahui tentang Pargat Singh dan bahkan mengunjunginya, menyarankan agar Pargat melanjutkan pendidikan dan berhenti memberontak. Tak lama kemudian, Pargat dikabarkan bunuh diri.
Awalnya, Nair ditugaskan oleh pemerintah kolonial Inggris untuk menyelidiki pembantaian Jallianwala Bagh, dengan harapan mendapatkan laporan yang menguntungkan mereka. Namun, seorang mahasiswa hukum gigih bernama Dilreet Gill memberi tahu Nair tentang kebenaran di balik peristiwa tersebut, setelah berhasil mendapatkan edisi terakhir Punjab Samachar yang memuat fakta sebenarnya.
Saat Nair mengungkap peran Jenderal Dyer dalam pembantaian tersebut, ia menyatakan Dyer bersalah di Dewan Raja Muda. Namun, pendapatnya diabaikan. Ia bahkan diperingatkan agar tidak menantang kekuasaan Kerajaan Inggris. Gill meyakinkan Nair bahwa ia turut bertanggung jawab atas kematian Pargat. Rasa bersalah tersebut mendorongnya untuk menuntut pemerintah kolonial Inggris dan Dyer atas tuduhan genosida.
Dengan bantuan Gill, Nair menghadapi Dyer dan pengacaranya, dan memenangkan kasus awal. Namun, perkara berlanjut ke Pengadilan Tingkat Pertama. Pengacara yang kalah dipecat oleh Dyer. Dalam diskusi internal, Dyer mempertimbangkan untuk membunuh Nair, tetapi O'Dwyer secara tegas melarangnya karena terlalu banyak sorotan pada Nair saat itu dan dia adalah mantan anggota dari Dewan Eksekutif Wakil Raja dan seorang Knight Inggris yang berpengaruh.
Dyer kemudian menunjuk Neville McKinley, pengacara Anglo-India yang sinis dan memiliki dendam pribadi, untuk membela pemerintah kolonial. Pertarungan sengit di pengadilan pun terjadi. Seorang guru musik bernama Martha Stevens dihadirkan sebagai saksi, mengaku telah diperkosa oleh seseorang bernama Tanveer Chaudhary secara brutal, dan adanya isu mengenai ketidakpuasan masyarakat membuat Jenderal Dyer melakukan operasi pengamanan di Amritsar. Ketika Nair mencoba membela Tanveer, ia mendapat kecaman publik karena dianggap membela pemerkosa. Namun, Nair dan Gill mengumpulkan bukti bahwa tuduhan tersebut palsu. Di pengadilan, Gill berhasil memanipulasi Stevens untuk mengungkapkan kebenaran bahwa bahwa ia mencintai Tanveer dan tidak ada pemerkosaan. Sebaliknya, Tanveer masuk penjara karena menjalin hubungan romantis dengan gurunya. Hakim langsung memutuskan bahwa pengadilan memerintahkan dibebaskannya Tanveer dan menganggap narasi yang dibuat oleh McKinley mengenai keterkaitan kasus tersebut dengan tragedi pembantaian Amritsar menjadi tidak berdasar.
Di sidang lanjutan, Nair berhasil memancing kemarahan Dyer hingga mengakui bahwa dia memang membunuh orang-orang India yang sangat dibencinya. Namun, McKinley melakukan langkah cerdik: Nair dihukum karena secara ilegal mengakses dokumen pribadi pemerintah kolonial. Ia dijatuhi hukuman pengasingan pada saat sesi argumen terakhir dalam persidangan. Setelah para juri mengambil keputusan, hakim memutuskan bahwa pengadilan menganggap bahwa Jenderal Dyer dan Kerajaaan Inggris tidak bersalah dalam kasus pembantaian di Amritsar.
Nair dan Gill kehilangan harapan. Nair pulang bersama istrinya, sementara Gill diminta keluarganya untuk meninggalkan profesinya dan dijodohkan dalam sebuah pernikahan.
Suatu hari Nair menerima surat dari Kripal Singh (ayah Pargat) yang dipenjara. Ia diberitahu bahwa Pargat sebenarnya tidak bunuh diri, melainkan dibunuh oleh pejabat Inggris. Dipenuhi penyesalan dan amarah, Nair membawa Gill yang sedang berkencan dengan calon suaminya untuk mengajukan banding ke pengadilan. Sayangnya, meskipun memiliki bukti baru, pengajuan banding ditolak oleh hakim. Nair kemudian sengaja menggunakan kata-kata kasar yang melanggar aturan Penghinaan terhadap Pengadilan sehingga ia diadili oleh otoritas yang lebih tinggi. Kejadian tersebut dirayakan oleh Jenderal Dyer, McKinley, O'Dwyer dan Tirath Singh. McKinley yang masih menyimpan rasa dendam pada Nair menyarankan agar mengundang semua media saat persidangan Nair untuk mempermalukannya.
Pada saat persidangan pencabutan izin advokat dirinya, Nair menggunakan Aturan 7C dari Peraturan Dewan Advokat yang memberikannya hak untuk menghadirkan bukti yang bisa membuktikan bahwa tuntutan pencabutan izin advokatnya tidak benar. Nair kemudian membuktikan bahwa keputusan juri pada saat persidangan Dyer sebelumnya ternyata tidak bulat. Ia menghadirkan salah satu dari tiga anggota juri yang disuap dan diintimidasi untuk memberikan kesaksian. Ditambah dengan disuapnya Hakim McCardie, Nair menyimpulkan bahwa Kerajaan Inggris dan Jenderal Dyer terbukti bersalah atas kasus genosida pada pembantaian Jallianwala Bagh yang didengarkan oleh semua pers dan media. Nair juga mengajak para hadirin yang hadir di sana untuk bersama-sama mengusir Kerajaan Inggris dari India, sehingga membangkitkan gelombang perlawanan publik yang lebih luas. Setelah persidangan tersebut, berbagai kecaman pada Dyer dan Kerajaan Inggris bermunculan. McKenley mengundurkan diri dari Dewan Eksekutif Wakil Raja dan berdamai dengan Nair, O'Dwyer dipaksa untuk mengundurkan diri dari Letnan Gubernur Punjab Jendral, Tirath Singh dibebaskan dari penjara, serta Dyer diberhentikan dari posisinya dan meninggal setelah beberapa tahun setelahnya.