Dalam matematika, kesamaan adalah hubungan antara dua kuantitas, atau ekspresi matematika secara umum, yang menyatakan bahwa kedua kuantitas tersebut punya nilai yang sama, atau kedua ekspresi tersebut melambangkan objek matematika yang sama. Kesamaan antara A dan B ditulis dengan A=B, dan dibaca A sama dengan B. Simbol "=" disebut "tanda sama dengan".
Simbol
Penggunaan simbol sama dengan pertama kali dalam persamaan menggunakan notasi modern. Ini ditemukan di The Whetstone of Witte (1557), karya Robert Recorde.Pendahuluan Recorde mengenai =. "Dan untuk menghindari pengulangan kata-kata yang sama itu: 'sama dengan', saya tetapkan seperti yang saya sering lakukan dalam penggunaannya, yakni sepasang garis sejajar, atau garis kembar yang panjangya [sama], menjadi: ==, karena tidak ada 2 hal yang dapat lebih sama."[1]
Simbol = kini sudah diterima secara universal dalam pengertian kesamaan dalam matematika. Simbol ini pertama kali dicatat oleh matematikawan Welsh Robert Recorde dalam The Whetstone of Witte (1557). Awal rupa simbol tersebut ditulis lebih panjang daripada bentuk yang saat ini. Dalam bukunya, Recorde menjelaskan simbolnya sbagai explains his symbol as "garis-garis Gemowe", namanya berasal dari bahasa Latin gemelluscode: la is deprecated ('kembar'), Digambarkan bahwa simbol itu menggunakan dua garis yang sejajar untuk menyatakan kesamaan, karena Recorde meyakini bahwa "tidak ada dua hal yang dapat lebih sama."[2][3]
Simbol Recorde awalnya tidak begitu terkenal. Setelah pendahuluan, simbol tersebut tidak digunakan lagi dalam cetakan hingga pada tahun 1618 (61 tahun kemudian), dalam Apendiks tanpa nama dalam terjemahan bahasa Inggris Edward Wright dalam Descriptio, karya John Napier. Hingga pada tahun 1631, simbol tersebut sudah diterima banyak kalangan matematikawan di Inggris, dan menggunakan simbol tersebut menyatakan kesamaan dalam beberapa karya yang berdampak. Seterusnya, simbol tersebut digunakan beberapa matematikawan terkenal, seperti Isaac Newton dan Gottfried Leibniz. Karena kelazinan kalkulus pada kala itu juga yang disematkan oleh kedua matematikawan tersebut, simbol tersebut dengan cepat menyebar di seluruh Eropa.[3]
Secara informal, ini hanya berarti bahwa jika a = b, maka a dapat menggantikan b dalam bentuk ekspresi atau rumus apa saja tanpa mengubah maknanya.[4][6][7] (Untuk penjelasan formalnya, lihat §Aksioma). Sebagai contoh:
Diketahui bilangan reala dan b, jika a = b, maka menyiratkan
Diketahui fungsi real dan atas variabel a, jika untuk semua a, maka untuk semua a. (Disini, . Suatu operasi atas fungsi (dalam artian operator), dinamakan turunan).[b]
Tiga sifat pertama pada umumnya disematkan dengan Giuseppe Peano, yang telah menyajikan pernyataan tersebut secara terang-terangan sebagai sifat-sifat kesamaan yang mendasar dalam Arithmetices principiacode: la is deprecated (1889).[9][10] Namun gagasan dasarnya selalu ada, seperti Euclid's Elements (ca300BC) yang menyertaka 'gagasan umum': "Hal-hal yang sama dengan hal yang sama juga sama dengan hal yang lainnya" (transitif), "Hal yang bersamaan dengan satu sama lain sama dengan hal yang lain" (refleksif), di sepanjang beberapa sifat penerapan operasi untuk penambahan dan pengurangan.[11] Sifat penerapan operasi juga dinyatakan dalam Arithmetices principiacode: la is deprecated [9] Terlepas dari itu, sudah menjadi kelaziman dalam aljabar setidaknya semenjak pada masa Diophantus (ca250AD).[12] Sifat substitusi pada umumnya disematkan dengan Gottfried Leibniz (ca1686), dan acapkali dinamai HukumLeibniz.[6][13]
Persamaan
Timbangan digunakan untuk membantu murid-murid memvisualisasikan aljabar bagaimana persamaan dapat diubah yang menentukan nila-nilai yang tidak diketahui.
Persamaan adalah kesamaan simbolik dari kedua ekspresi matematika yang dihubungkan dengan tanda sama dengan (=).[14]Aljabar adalah cabang matematika yang melibatkan penyelesaian persamaan. Penyelesaian tersebut mencakup masalah mencari nilai suatu variabel yang tidak diketahui, supaya kesamaan yang dimaksud itu benar. Masing-masing nilai yang tidak diketahui supaya persamaan itu berlaku dinamakan solusi atau penyelesaian, dan juga dikatakan memenuhi persamaan. Sebagai contoh, persamaan memiliki nilai dan sebagai solusi persamaan itu. Istilah tersebut digunakan dengan serupa untuk persamaan yang tidak diketahui variabel-variabelnya.[15] Himpunan solusi persamaan atau sistem persamaan dinamakan himpunan solusi.[16]
Dalam pendidikan matematika, murid-murid diajarkan untuk mengandalkan model-model konkret dan visualisasi persammaan, seperti analogi geometri, manipulasi batang ataupun gelas, dan "mesin fungsi" yang merepresentasikan persamaan seperti diagram aliran. Adapun metode yang menggunakan timbangan sebagai pendekatan ilustrasi untuk membantu murid-murid menangkap permasalahan dasar dalam aljabar. Massa benda tidak diketahui, sehingga dilambangkan sebagai variabel. Menyelesaikan persamaan sama saja seperti menambahkan atau membuang benda pada kedua sisi timbangan sehingga tetap seimbang. Hal tersebut terus berlanjut hingga menyisakan benda di sebelah sisi timbangan yang merupakan benda yang tidak diketahui massanya.[17]
Identitas adalah kesamaan yang benar untuk semua nilai dari variabel di domain yang diketahui.[21][22] Suatu "persamaan" terkadang dapat berarti identitas, tetapi sering kali suatu persamaan menyajikan subhipunan ruang variabel menjadi subhimpunan yang persamaan tersebut itu benar. Sebagai contohnya adalah yang berlaku benar untuk tiap bilangan real. Tidak ada notasi standar yang membedakan persamaan dari identitas, atau penggunaan relasi kesamaan lainnya: seseorang harus menduga pandangan yang sesuai dari semantik ekspresi dan konteks.[23] Kadangkala tapi tidak selalu, identitas ditulis dengan tiga garis yang sejajar: [24] Notasi tersebut diperkenalkan oleh Bernhard Riemann dalam pengajarannya pada tahun 1857 di Elliptische Funktionencode: de is deprecated lectures (yang diterbitkan pada tahun 1899).[25][26][27]
Identitas dapat dipandang lain sebagai kesamaan fungsi. Alih-alih menulis , seseorang dapat menulis dengan sederhana sebagai [28][29] Ini dinamakan ekstensionalitas fungsi.[30][31] Dalam hal ini, sifat penerapan-operasi mengacu pada operator, operasi pada ruang fungsi (fungsi yang memetakan di antara fungsi) seperti komposisi[32] atau turunan yang umumnya digunakan dalam kalkulus operasional.[33] Suatu identitas dapat memiliki fungsi yang "tidak diketahui", dan identitas tersebut dapat dieselesaikan dengan cara yang sama seperti persamaan biasanya. Persamaan itu dinamakan persamaan fungsional.[34] Suatu persamaan fungsional melibatkan turunan yang dinamakan persamaan diferensial.[35]
↑Forrest, Peter (1996). "The Identity of Indiscernibles". Dalam Zalta, Edward N.; Nodelman, Uri (ed.). The Stanford Encyclopedia of Philosophy (Edisi Winter 2024). Metaphysics Research Lab, Stanford University. Diakses tanggal 2025-03-04.
↑"Equation (n.), sense III.6.a". Oxford English Dictionary. 2023. doi:10.1093/OED/2918848458. A formula affirming the equivalence of two quantitative expressions, which are for this purpose connected by the sign =.
↑Marcus, Solomon; Watt, Stephen M. "What is an Equation?". Section V. Types of Equations and Terminology in Various Languages. Diakses tanggal 2019-02-27.
↑Earl, Richard; Nicholson, James (2021). "Identity". Dalam Earl, Richard; Nicholson, James (ed.). The Concise Oxford Dictionary of Mathematics (Edisi 6th). Oxford University Press. doi:10.1093/acref/9780198845355.001.0001. ISBN978-0-19-884535-5.