Kertas timah adalah kertas logam pipih dari timah. Kertas timah digantikan oleh kertas aluminium pasca Perang Dunia II karena lebih tahan lama dan lebih murah,[1] yang masih dirujuk sebagai "kertas timah" di beberapa tempat (sebuah contoh misnomer).
Kertas logam dari timah pipih tersedia secara komersial sebelum versi aluminiumnya hadir.[3] Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, kertas timah lumrah digunakan, dan beberapa orang masih merujuk kertas aluminium dengan versi lamanya. Kertas timah lebih kaku dari kertas aluminium,[4] dan cenderung memberi sedikit rasa timah ke makanan yang ditutup olehnya, yang menjadi alasan utama kertas tersebut digantikan oleh aluminium dan material lainnya untuk menutupi makanan.
Referensi
↑A.M. Howatson, P.G. Lund, and J.D. Todd, Engineering Tables and Data, p. 41