Papan kereta api Joglosemarkerto pada jadwal pagi hari dari Solo Balapan arah melalui jarum jam.
Papan kereta api Joglosemarkerto pada jadwal pagi. hari dari Semarang Tawang arah berlawanan jarum jam.
Papan kereta api Joglosemarkerto pada jadwal pagi hari dari Cilacap.
Kereta api Joglosemarkerto persiapan mendekati sinyal muka Stasiun Purwokerto
Eksekutif dan ekonomi premium (Cilacap–Yogyakarta)
Layanan disabilitas
Ada (Kelas ekonomi premium)
Pengaturan tempat duduk
50 tempat duduk disusun 2-2 (kelas eksekutif) kursi dapat direbahkan dan diputar
72 tempat duduk disusun 2-2 (kelas ekonomi) kursi dapat direbahkan dan diputar sesuai arah laju kereta
64 tempat duduk disusun 2-2 80 tempat duduk disusun 2-2. Sebanyak 32 kursi ke arah depan dan 32 ke arah belakang (kelas ekonomi premium) kursi dapat direbahkan
Fasilitas restorasi
Ada
Fasilitas observasi
Kaca panorama dupleks, dengan tirai, lapisan laminasi isolator panas.
Kereta api Joglosemarkerto merupakan layanan kereta api penumpang kelas campuran[a] yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia untuk melayani relasi jalur lingkar Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Seluruh relasi Kereta api Joglosemarkerto diberi warna Kuning terang ()
Kereta api ini pertama kali beroperasi pada 1 Desember 2018 untuk melebur dua layanan kereta api yang telah ada sebelumnya (Kamandaka dan Joglokerto) demi penyederhanaan pelayanan, dan meningkatkan tingkat keterisian penumpang di lintas Yogyakarta–Semarang tanpa berganti kereta api lain di Purwokerto maupun Solo Balapan.[3]
Sejarah
Meskipun di jalur lintas Semarang–Solo–Yogyakarta–Purwokerto terdapat beberapa layanan kereta api (Kamandaka, Kalijaga, Joglokerto, Joglosemar), jumlah perjalanan kereta api tersebut masih sedikit, sehingga banyak penumpang yang ingin bepergian ke kota-kota tersebut harus singgah di stasiun-stasiun besar yang dilaluinya.[4][5] Karena masalah tersebut, KAI membuat sebuah layanan baru supaya dapat mengakomodasi pelayanan kereta api di lintas lingkar tersebut dengan nama "Joglosemarkerto" yang mulai diwacanakan pada pertengahan November 2018. Rangkaian kereta api ini menggunakan rangkaian kereta milik kereta api Kamandaka dan Joglokerto—dalam hal ini, satu rangkaian kereta api Jaka Tingkir dihibahkan dan memengaruhi jadwal perjalanan kereta api ini—sehingga kedua layanan tersebut dihapus demi penyederhanaan pelayanan.[3]
Perubahan pola operasi
Mulai 1 Februari 2019, pola operasi kereta api ini mengalami perubahan. Kereta api Kamandaka dijalankan kembali untuk melayani lintas Purwokerto–Semarang Tawang maupun sebaliknya.[6]
Pada awalnya, satu-satunya tiket kereta api lintas lingkar yang dapat dipesan, yaitu lintas Solo Balapan kembali ke Solo Balapan; layanan pemesanan tiket lintas lingkar mengalami kemudian ditambah, seperti Yogyakarta–Yogyakarta dan Semarang Tawang–Semarang Tawang, sehingga tiket tersebut dapat dipesan sejak perubahan pola operasi.
Mulai 15 Desember 2024, kereta api Joglosemarkerto, Kereta api Kamandaka dan Kereta api Banyubiru (No KA 208-209) sudah menggunakan rangkaian kereta kelas ekonomi generasi terbaru modifikasi yang merupakan lungsuran dari rangkaian Kereta api Gayabaru Malam Selatan dan Kereta api Jaka Tingkir, dua kereta api ini sudah mendapatkan rangkaian baru bertipe baja nirkarat generasi terbaru buatan PT INKA Madiun. Kereta ekonomi generasi terbaru yang merupakan hasil modifikasi oleh Balai Yasa Manggarai dari rangkaian sebelumnya dengan pengurangan jumlah tempat duduk dari 80 tempat duduk menjadi 72 tempat duduk.
↑Untuk relasi Cilacap–Yogyakarta menggunakan kelas eksekutif dan ekonomi premium. Untuk relasi lingkar DIY–Jawa Tengah menggunakan kelas eksekutif dan ekonomi.
Hanya berisi layanan kereta api yang dioperasikan oleh induk perusahaan. Untuk layanan yang dioperasikan oleh anak perusahaan, lihat Templat:KAI Commuter untuk layanan KAI Commuter, Templat:KAI Bandara untuk layanan KAI Bandara dan Templat:KCIC untuk layanan KCIC/Whoosh