Keracunan kerang amnesik (bahasa Inggris:amnesic shellfish poisoningcode: en is deprecated ) adalah penyakit yang disebabkan oleh neurotoksin asam domoat.[1]Mamalia dan burung laut yang terkena dampaknya dapat mengalami amnesia, kerusakan otak, atau bahkan kematian. Contohnya adalah singa laut yang mengalami kejang-kejang, tidak dapat lagi menentukan arah untuk mencari makan, hingga akhirnya terdampar dan mengalami kematian.
Racun ini dihasilkan secara alami oleh diatom laut yang tergolong ke dalam genus Pseudo-nitzschia dan spesies Nitzschia navis-varingica.[2] Populasi Pseudo-nitzschia sendiri dapat membludak di kawasan tertentu akibat kelebihan nutrien yang terbawa dari daerah pertanian. Diatom ini lalu dimakan oleh kerang, yang kemudian dimakan oleh mamalia laut atau manusia.[3][4][5][6][7][8][9][10] Walaupun nama penyakitnya hanya menyebutkan "kerang", racun ini juga dapat mengalami bioakumulasi pada organisme laut yang memakan fitoplankton, seperti teri dan sarden. Mamalia atau hewan laut yang memakan ikan-ikan ini juga akan mengalami keracunan.
Keracunan kerang amnesik pertama kali ditemukan pada manusia pada tahun 1987 setelah terjadinya keracunan makanan di wilayah Kanada timur.[1][11] Tiga pasien lansia meninggal dunia, sementara korban-korban lainnya mengalami masalah neurologis jangka panjang. Para korbannya kehilangan ingatan, sehingga istilah "amnesik" pun digunakan.[12] Para epidemiolog dari Health Canada dengan segera berhasil menemukan bahwa penyakit ini diakibatkan oleh kerang yang dikumpulkan dari suatu kawasan di Prince Edward Island.
Referensi
12Clark, R. F.; Williams, S. R.; Nordt, S. P.; Manoguerra, A. S. (1999). "A Review of Selected Seafood Poisonings". Undersea and Hyperbaric Medicine. 26 (3): 175–184. PMID10485519. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-08-11. Diakses tanggal 2019-02-14.
↑"Archived copy". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-09-17. Diakses tanggal 2012-05-17.Pemeliharaan CS1: Salinan terarsip sebagai judul (link)Nitzschia navis-varingica]
↑Bates, S. S.; Trainer, V. L. (2006). "The Ecology of Harmful Diatoms". Dalam Granéli, E.; Turner, J. (ed.). Ecology of Harmful Algae. Ecological Studies. Vol.189. Heidelberg: Springer-Verlag. hlm.81–93. doi:10.1007/978-3-540-32210-8_7. ISBN978-3-540-74009-4.
↑Bargu, S.; Smith, E.; Ozhan, K. (2011). "Toxic Diatom Pseudo-nitzschia and its Primary Consumers (Vectors)". Dalam Seckbach, J.; Kociolek, P. (ed.). The Diatom World. Springer. hlm.493–512. ISBN978-9400713260.
↑Bargu, S.; Goldstein, T.; Roberts, K.; Li, C.; Gulland, F. (2012). "Pseudo-nitzschia Blooms, Domoic Acid, and Related California Sea Lion Strandings in Monterey Bay, California". Marine Mammal Science. 28 (2): 237–253. doi:10.1111/j.1748-7692.2011.00480.x.
↑Lelong, A.; Hégaret, H.; Soudant, P.; Bates, S. S. (2012). "Pseudo-nitzschia (Bacillariophyceae) Species, Domoic Acid and Amnesic Shellfish Poisoning: Revisiting Previous Paradigms". Phycologia. 51 (2): 168–216. doi:10.2216/11-37.1.
↑Trainer, V. L.; Bates, S. S.; Lundholm, N.; Thessen, A. E.; Cochlan, W. P.; Adams, N. G.; Trick, C. G. (2012). "Pseudo-nitzschia Physiological Ecology, Phylogeny, Toxicity, Monitoring and Impacts on Ecosystem Health". Harmful Algae. 14: 271–300. doi:10.1016/j.hal.2011.10.025.