Orang Hungaria pada awalnya adalah suku-suku semi-nomaden yang membentuk persekutuan antar suku.[13][16][17][18] Persekutuan ini dipimpin oleh Árpád dan mereka datang dari wilayah Etelköz di sebelah timur Pegunungan Carpathia.[19]
Pada periode ini, kekuatan Pangeran Agung Hungaria sedang melemah meskipun bangsa Hungaria telah berhasil melakukan penjarahan di Eropa. Wilayah-wilayah suku-suku yang dipimpin oleh pemimpin perang Hungaria (atau kepala suku) menjadi entitas-entitas semi-independen (contohnya adalah wilayah Gyula yang Muda di Transilvania). Wilayah-wilayah ini baru disatukan kembali pada masa kekuasaan Santo István. Orang-orang Hungaria yang pada awalnya merupakan kelompok semi-nomaden mulai menetap dan masyarakat kesukuan berubah menjadi masyarakat kenegaraan. Semenjak pertengahan kedua abad ke-10, agama Kristen mulai menyebar di Hungaria. Kepangeranan ini digantikan oleh Kerajaan Kristen Hungaria setelah dimahkotainya István I sebagai Raja di Esztergom pada Hari Natal tahun 1000 (tanggal alternatif adalah 1 Januari 1001).[20][21][22]
Menurut historiografi Hungaria, periode dari tahun 896 hingga 1000 disebut "zaman kepangeranan".[14]
↑University of British Columbia. Committee for Medieval Studies, Studies in medieval and renaissance history, Committee for Medieval Studies, University of British Columbia, 1980, hlm. 159
↑Peter F. Sugar,Péter Hanák A History of Hungary, Indiana University Press, 1994, hlm. 12-17