Klenteng ini menghadap timur laut dengan atap berbentuk berjurai dan pelana (hsuan shan), sedangkan atap ruang utama dan samping berbentuk pelanan dengan dinding tembok (ngang shan).[1]
Selama aktif dipakai, Kelenteng Hok Tek telah mengalami beberapa kali renovasi, yakni pada tahun 1931 dan 1970. Sejak tanggal 4 Februari 1984 sudah tidak difungsikan sebagai tempat rituil. Namun, tetap dilestarikan sebagai situs cagar budaya sehingga dilakukan lagi renovasi pada tahun 1997 untuk mempertahankan bentuk aslinya.[1]