Peristiwa yang dicatat dalam pasal ini terjadi sekitar 22 tahun setelah kejadian-kejadian dalam pasal 37. Dalam pasal ini, Yusuf berusia 39 tahun, sedangkan Yakub berusia sekitar 129 tahun, Ruben sekitar 65 tahun, Yehuda sekitar 61 tahun.[3]
Tetapi Yakub tidak membiarkan Benyamin, adik Yusuf, pergi bersama-sama dengan saudara-saudaranya, sebab pikirnya: "Jangan-jangan ia ditimpa kecelakaan nanti."[4]
Benyamin adalah putra bungsu Yakub dari Rahel, istri kesayangannya, dan dengan demikian juga adik kandung Yusuf. Karena sudah kehilangan satu orang putra Rahel, Yakub dengan hati-hati sekali melindungi Benyamin dengan menahannya di rumah.[5]
Ayat 9
Lalu teringatlah Yusuf akan mimpi-mimpinya tentang mereka (saudara-saudaranya).[6]
Mimpi-mimpi Yusuf tentang saudara-saudaranya dicatat dalam pasal 37, ketika Yusuf berusia 17 tahun, berarti sekitar 22 tahun sebelumnya. Dua mimpi yang tercatat adalah:
berkas-berkas gandum saudara-saudaranya mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkas Yusuf.[7]
tampak matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepada Yusuf.[8]
Ketika saudara-saudaranya datang ke Mesir sujud menyembah kepadanya (dan kelak pun Yakub serta seluruh keluarganya ada di dalam budi Yusuf), maka impian itu digenapi.[9]
Ayat 21
Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Betul-betullah kita menanggung akibat dosa kita terhadap adik kita itu: bukankah kita melihat bagaimana sesak hatinya, ketika ia memohon belas kasihan kepada kita, tetapi kita tidak mendengarkan permohonannya. Itulah sebabnya kesesakan ini menimpa kita."[10]
Ini merupakan catatan reaksi Yusuf ketika sekitar 22 tahun lalu dimasukkan ke dalam sumur dan pernah direncanakan untuk dibunuh, sebelum kemudian dijual kepada seorang Ismael yang lewat bersama-sama saudagar-saudagar Midian.[11]
Surah Yusuf dalam Al Qur'an merujuk kepada sejumlah peristiwa yang dicatat dalam pasal ini.
Referensi
↑W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159.
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857.