Maka mengandunglah Sara, lalu ia melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham dalam masa tuanya, pada waktu yang telah ditetapkan, sesuai dengan firman Allah kepadanya.[3]
Abraham menamai anaknya yang baru lahir itu Ishak, yang dilahirkan Sara baginya.[5]
Ayat 4
Kemudian Abraham menyunat Ishak, anaknya itu, ketika berumur delapan hari, seperti yang diperintahkan Allah kepadanya.[6]
Hukum sunat itu diberikan kepada Abraham pada Kejadian 17, sehingga Abraham disunat ketika berusia 99 tahun dan Ismael disunat pada usia 13 tahun. Ishak disunat sesuai aturan dari Allah, yaitu pada hari ke-8 (Kejadian 17:12). Aturan hari sunat ini ditegaskan dalam Kitab Imamat (Imamat 12:3).[7] Selain pada Ishak dalam ayat ini, pelaksanaan aturan "8 hari" tersebut dalam Alkitab tercatat diterapkan pada:
Adapun Abraham berumur seratus tahun, ketika Ishak, anaknya, lahir baginya[8]
"Ishak, anaknya lahir baginya": Ishak, anak perjanjian, akhirnya dilahirkan oleh Sara bagi Abraham, tepat sesuai rencana Allah yang disampaikan langsung kepada Abraham dan Sara, pada saat Allah mengunjungi kemah mereka setahun sebelumnya.[9] Berdasarkan Kejadian 17:17 dan Kejadian 17:24, diketahui bahwa saat melahirkan Sara berusia 91 tahun dan dari Kejadian 16:16 diketahui bahwa saat itu Ismael berusia 14 tahun.[10] Melalui Ishak, Allah akan melanjutkan perjanjian-Nya dengan Abraham (Kejadian 17:19; 21:12). Dua puluh lima tahun berlalu sebelum Allah menggenapi janji-Nya kepada Abraham (Kejadian 12:4). "Tuhan adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya" (Ratapan 3:25); pada saat-Nya sendiri Dia menggenapi janji-janji-Nya.[11]
Ayat 10
Berkatalah Sara kepada Abraham: "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak."[12]
Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak."[13]
↑W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857