“Kehidupan” atau “Life” adalah singel tahun 1988 dari God Bless, yang diambil dari album ketiga mereka, Semut Hitam.
Produksi
Lagu “Kehidupan” ditulis oleh Jockie Soerjoprajogo. Ahmad Albar menyanyikan vokal, Ian Antono memainkan gitar, Donny Fattah di bass, Jockie di keyboard, dan Teddy Sujaya di drum.[1]
Suara
Denny MR dalam Rolling Stone Indonesia mencatat adanya semangat kolaborasi di antara anggota band, yang sebelumnya selama tujuh tahun sibuk dengan proyek masing-masing. Riff gitar Ian Antono terinspirasi dari heavy metal dan terdengar lebih kasar dibanding album sebelumnya, sementara permainan keyboard Jockie lebih halus dibandingkan album terakhirnya dengan band, Huma di Atas Bukit (1976). Bass melengkapi instrumen lain, bukan sekadar mengatur ritme.[1]
Aransemen lagu ini tidak serumit “Anak Adam” dari album kedua God Bless, Cermin (1981), yang ditulis saat Jockie sedang hiatus. Liriknya terbuka untuk berbagai interpretasi.[1]
Rilis dan penerimaan
“Kehidupan” dirilis dalam album ketiga God Bless, Semut Hitam, pada tahun 1988 melalui Loggis Records. Menurut Jockie, lagu ini termasuk salah satu singel mereka yang paling sukses dan mudah dikenali. Jodhi Yudono dari Kompas menulis bahwa lagu ini menjadi hit besar.[2]
Lagu ini dipilih sebagai lagu Indonesia terbaik ke-8 sepanjang masa oleh Rolling Stone Indonesia pada Desember 2009. Dalam ulasannya, Denny MR mencatat bahwa saat menjadi juri dalam festival lagu keliling pada Februari 2009 di Makassar, Sulawesi Selatan, para siswa SMA yang belum lahir saat lagu ini dirilis sudah hafal dan menampilkannya di festival. Saat ditanya mengapa memilih lagu tersebut, mereka menjawab bahwa orang tua mereka sering memutar lagu itu dan mereka menikmatinya. Denny MR menyebut bahwa melodi sederhana dan akord hard rock yang kuat menjadi faktor ketahanan lagu ini.[1]
Kontroversi
Setelah berselisih dengan God Bless pada 2003, Jockie menolak izin bagi band untuk membawakan karyanya, termasuk lagu “Kehidupan”.[2] Larangan ini juga berlaku pada penampilan di rekaman video, seperti pada festival Djakarta Artmosphere 2010.[3] Pada Oktober 2011, bersama penjelasan tentang alasan kepergiannya dari band, Jockie menulis di Facebook bahwa band tersebut masih berutang royalti karena terus menggunakan karyanya.[2]
Lagu ini juga diduga menjiplak lagu dari band Brasil, Kid Abelha, berjudul “Lágrimas e Chuva”.