Kecamatan Kedunggalar terletak di wilayah Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur, Indonesia dengan luas wilayah 100,60km²[2]. Kecamatan Kedunggalar berada pada ketinggian 150-200 meter di atas permukaan laut.
Batas wilayah
Batas-batas wilayah Kecamatan Kedunggalar adalah sebagai berikut:[1]
Kecamatan Kedunggalar dilintasi oleh jalan nasional yang menghubungan Surabaya–Ngawi–Yogyakarta–Jakarta dan terdapat terminal tipe C Sidowayah di Desa Jenggrik yang terletak 5km utara dari ibu kota kecamatan Kedunggalar. Terminal Sidowayah merupakan perhentian bus AKAP (Antarkota Antarprovinsi), Angkutdes (Angkutan Pedesaan), dan Angkota (Angkutan Perkotaan). Di kecamatan Kedunggalar juga terdapat stasiun kereta api yaitu Stasiun Kedunggalar yang terletak di Desa Kedunggalar.
Ekonomi
Masyarakat Kecamatan Kedunggalar mayoritas bermata pencaharian sebagai petani dan pedagang. Pusat perekonomian kecamatan Kedunggalar terpusat di desa Kedunggalar di mana terdapat pasar tradisional Kedunggalar dan pasar ternak (kambing) Kedunggalar. Di kecamatan kedunggalar juga terkenal dengan usaha kerajinan bonggol jati (akar pohon jati) yang dibuat dalam berbagai bentuk produk mebel, patung dan kerajinan-kerajinan lainnya.
Museum dan monumen
Di Kecamatan Kedunggalar terdapat Museum Trinil,[4]Monumen Soerjo dan Arca Banteng.[butuh rujukan] Museum Trinil terletak di Desa Kawu.[5] Jaraknya sekitar 10km dari ibu kota kecamatan.[butuh rujukan] Pada Museum Trinil terdapat fosil manusia dalam spesies Pithecantropus Erectus.[6] Selain itu, di Museum Trinil terdapat gading gajah purba,[7] dan beberapa peninggalan purbakala. Arca Banteng merupakan peninggalan kerajaan Majapahit yang ditemukan pada area persawahan warga desa Wonorejo. Kemudian terdapat pula monumen Soerjo, monumen Soerjo dibangun sebagai penghormatan kepada gubernur pertama Jawa Timur Raden Mas Tumenggung Ario Soerjo bersama dua polisi perwira yang dibunuh oleh PKI (Partai Komunis Indonesia) di hutan jati. Pada Monumen Soerjo, patung RM Soerjo menunjuk kearah makamnya.
Pendidikan
Kecamatan Kedunggalar yang memiliki 12 desa sedikitnya memiliki 80 sekolah mulai dari tingkat SD/MI hingga tingkat SMA/MA dan SMK. Data tersebut diperoleh dari Pusat Data dan Statistik Pendidikan (PDSP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Berikut Tabel selengkapnya.