Masjidil Haram adalah masjid terbesar di dunia dan mengelilingi tempat tersuci umat Islam, Ka'bah, di kota Mekkah. Umat Muslim menghadap ke Ka'bah ketika melaksanakan salat. Salah satu rukun Islam adalah menunaikan ibadah Haji setidaknya sekali dalam masa hidupnya jika mampu. Salah satu kegiatan haji adalah tawaf (mengelilingi Ka'bah).[13] Ada banyak insiden besar selama haji selama bertahun-tahun, menyebabkan hilangnya ribuan nyawa.[14] Untuk mencegah hal tersebut terulang, sekaligus mampu menampung lebih banyak jamaah setiap tahun selama musim haji, pemerintah Arab Saudi melakukan sebuah proyek konstruksi besar untuk memperluas kompleks masjid dalam beberapa tahun terakhir.[15] Pada saat kejadian, pemerintah Arab Saudi sedang melakukan persiapan ibadah haji untuk ratusan ribu orang yang dimulai pada tanggal 22 September 2015.[15][16]
Robohnya derek dilaporkan terjadi pada hari Jumat, 11 September 2015, pukul 18.30 waktu setempat, saat jamaah Masjidil Haram sedang memunaikan Salat Magrib. Derek dilaporkan jatuh ke sisi timur masjid, dengan tiangnya yang menerjang melalui atap.[3] Seorang saksi mata melaporkan bahwa derek jatuh dari lantai tiga di atas Shofa dan Marwah di 17.45 waktu setempat.[25]
Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi mengonfirmasi bahwa derek roboh melalui langit-langit masjid selama hujan dan angin kencang yang terjadi akibat badai pasir yang menerjang Mekkah. Ambruknya derek ini menewaskan sedikitnya 107 orang,[26] dan sebanyak 236 korban luka-luka akibat yang tertimpa puing-puing bangunan masjid.[16][27][28][29]
Pasca kecelakaan, pemimpin kota Mekah, Pangeran Khaled Al Faisal, memerintahkan penyelidikan atas insiden tersebut. Evakuasi dari Bulan Sabit Merah Saudi dilakukan segere setelah kecelakaan. Beredar pula foto dan video yang tersebar luas di media sosial mengenai kondisi korban dan lokasi kecelakaan akibat robohnya derek tersebut.[16]
Derek
Derek yang roboh dalam kejadian tersebut adalah milik perusahaan Liebherr Group asal Jerman dan dioperasikan oleh Saudi Binladin Group, yang saat itu dipakai dalam perluasa Masjidil Haram dan juga bertanggung jawab untuk sejumlah proyek pembangunan besar di Arab Saudi. Saudi Binladin Group adalah perusahaan konstruksi terbesar kedua di dunia dan didirikan oleh miliarder Mohammed Bin Laden, ayah dari Osama Bin Laden.[3][30]
Tanggapan
Britania Raya – Perdana Menteri Britania Raya David Cameron melalui Menteri Luar Negeri Britania Raya Philip Hammond mengatakan, "Saya terkejut dan sedih mendengar kecelakaan di Mekkah yang mengakibatkan sejumlah kematian bagi yang sedang menunaikan Haji. Saya meminta maaf seraya berdoa untuk para keluarga yang ditinggalkan."[31]
India - Wakil Presiden India Hamid Ansari mengungkapkan kesedihan atas bencana dan menyerukan setiap usaha untuk membuat semua bantuan yang mungkin. Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum dan berharap untuk cepat sembuh dari cedera.[32]
Indonesia - Presiden Indonesia Joko Widodo juga ikut mengucapkan bela sungkawa kepada para korban jatuhnya derek di Mekkah. Ia kemudian memerintahkan amirul haj, pemimpin ibadah haji, untuk memantau perkembangan dan memberikan bantuan seoptimal mungkin kepada semua korban.[33]
Kanada - Menteri Luar Negeri Kanada Rob Nicholson dalam akun Twitter miliknya mengatakan, "Sangat sedih mengetahui hilangnya 87 nyawa di Masjidil Haram di Kota Mekkah hari ini. Belasungkawa kepada keluarga dan teman-teman korban."[34]
Pakistan - Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif menyatakan belasungkawa yang mendalam atas kematian menyedihkan para jamaah masjid. Ia mengarahkan Duta Besar Pakistan untuk Arab Saudi untuk "memperpanjang bantuan semaksimal mungkin".[35]
↑"Daftar Nama Jemaah Rawat/Wafat Musibah Jatuhnya Crane Di Masjidil Haram 11 September 2015"[Names of Pilgrims Hospitalized/Dead in Calamity of Haram Crane Collapse September 11, 2015] (dalam bahasa Indonesian). Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah - Kementerian Agama Republik Indonesia. 15 September 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-09-19. Diakses tanggal 16 September 2015.Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)