Kecapi (bahasa Inggris:lutecode: en is deprecated ) adalah sebuah alat musik dawai yang dipetik dengan leher (baik ditekan atau tidak) dan punggung dalam yang melingkupi rongga berlubang, biasanya dengan lubang suara atau lubang di badan. Lebih khusus, istilah "kecapi" dapat merujuk pada instrumen dari keluarga kecapi Eropa. Istilah ini juga merujuk secara umum pada instrumen dawai yang memiliki dawai yang berjalan di bidang yang sejajar dengan tabel suara (dalam sistem Hornbostel-Sachs). Dawai melekat pada pasak atau pasak di ujung leher, yang memiliki beberapa jenis mekanisme putar untuk memungkinkan pemain untuk mengencangkan ketegangan pada tali atau melonggarkan ketegangan sebelum bermain (yang masing-masing menaikkan atau menurunkan nada tali), sehingga setiap dawai disetel ke nada tertentu (atau nada).
Kecapi dipetik atau dipetik dengan satu tangan sedangkan tangan lainnya "fret" (menekan ke bawah) string pada fingerboard leher. Dengan menekan senar pada tempat fingerboard yang berbeda, pemain dapat memperpendek atau memperpanjang bagian dari senar yang bergetar, sehingga menghasilkan nada yang lebih tinggi atau lebih rendah (catatan).
Cara Main Alat Musik Kecapi
Teknik sintreuk toel. Teknik ini adalah salah satu teknik permianan kecapi yang dilakukan dengan melentikkan jari pada senar. Teknik ini menggunakan jari telunjuk pada tangan kanan dan kiri yang digerakkan secara cepat. Gerakannya menyerupai tindakan mencolek sehingga menghasilkan bunyi yang jelas.[1]
Teknik dijeungkalan. Teknik ini merupakan teknik dari permainan kecapi yang dilakukan dengan posisi tubuh pemain sedikit condong kedepan. Pada teknik ini, tangan kanan digunakan untuk membunyikan tiga senar secara bersamaan, sedangkan tangan kiri berfungsi memetik senar lain sebagai nada bebas atau ornamen.[1]
Teknik jambret. Teknik jambret adalah teknik yang dimainkan dengan menggunakan tiga jari tangan kanan, yaitu ibu jari, telunjuk dan jari tengah. Ketiga jari tersebut ditempatkan pada tiga senar bagian atas dan dipetik secara serentak untuk menghasilkan bunyi utama. Setelah itu, tangan kiri khususnya ibu jari dan telunjuk memetik senar lain sebagai variasi atau pengisi nada, sehingga memperkaya tekstur musikal dalam permainan kecapi.[1]