Jombang (atau sering disebut Jombang Kota) adalah kecamatan yang menjadi ibu kota dan pusat ekonomi dari Kabupaten Jombang. Posisi kecamatan ini terletak di tengah kabupaten dan dilalui jalan nasional yang menghubungkan Surabaya dengan Madiun. Jombang merupakan kecamatan dengan kepadatan tertinggi serta penduduk terbanyak di Kabupaten Jombang yaitu 143 ribu jiwa di tahun 2024. Jombang memiliki infrastruktur yang lengkap dari stasiun kereta api, rumah sakit, alun-alun dan taman kota, tempat peribadatan seperti masjid dan gereja, tempat perbelanjaan dari pasar tradisional hingga mall, pondok pesantren, perguruan tinggi, dan lainnya.[1]
Secara geografis, Kecamatan Jombang berada di dataran rendah. Kecamatan Jombang memiliki tingkat urbanisasi yang tinggi tetapi wilayah bagian baratnya masih berupa pedesaan dan banyak ditemukan persawahan misalnya Desa Banjardowo dan Sumberjo. Batas wilayah Kecamatan Jombang adalah sebagai berikut:[1]
Pada masa kolonial Belanda, Jombang merupakan bagian dari Afdeling atau Kabupaten Mojokerto dibawah Keresidenan Surabaya. Mojokerto dibagi menjadi beberapa kawedanan seperti Kawedanan Jombang yang berpusat di Jombang. Kawedanan ini mencakup wilayah yang sekarang menjadi Kabupaten Jombang bagian timur dan tengah, yang terdiri dari Kecamatan Jombang, Perak, Bandarkedungmulyo, Tembelang, Megaluh, Diwek, dan Gudo. Jombang mulai diusulkan untuk dipisahkan dari Mojokerto sejak tahun 1870-an. Usulan ini disetujui Pemerintah Hindia Belanda sehingga pada tahun 1881, Jombang mulai dipersiapkan menjadi daerah baru yang dipimpin oleh Raden Pandji Tjondro Winoto sebagai "Patih". Kabupaten Jombang resmi menjadi kabupaten yang berdiri sendiri di tahun 1910 dengan cakupan wilayah Kawedanan Jombang, Ploso, Ngoro, dan Mojoagung serta bupati pertamanya adalah R.A.A. Soeroadiningrat atau Kanjeng Sepuh. Setelah menjadi kabupaten baru, Kecamatan Jombang mengalami perkembangan yang pesat. Di sebelah alun-alun mulai dibangun pendopo sebagai pusat pemerintahan dan masjid.[2] Kanjeng Sepuh juga menanam pohon beringin di kawasan yang sekarang dikenal sebagai Bundaran Ringin Contong. Untuk memenuhi kebutuhan air, pemerintah membangun menara air pada tahun 1928 di kawasan Ringin Contong yang sekarang menjadi ikon daerah.[3]
Daftar desa dan dusun
Kecamatan Jombang terdiri dari 16 desa dan 4 kelurahan yang dibagi menjadi beberapa dusun, dukuh, atau lingkungan, yakni sebagai berikut:[1][4]