Kebijakan Tetangga EropaEuropean Neighbourhood Policy (ENP) atau yang bisa kita sebut Kebijakan Tetangga Eropa diluncurkan sejak tahun 2004 untuk mempererat hubungan politik, ekonomi, dan sosial dengan negara-negara tetangganya. Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong stabilitas, keamanan dan kesejahteraan di kawasan-kawasan tetangga Uni Eropa, baik di Selatan maupun di Timur, termasuk kawasan Eropa Mediterania. ENP dibangun berdasarkan komitmen Uni Eropa dan negara-negara tetangganya untuk bekerja sama dalam bidang-bidang prioritas utama, seperti pembangunan ekonomi, keamanan, serta migrasi dan mobilitas. [1]
European Neighbourhood Policy (ENP) melihat hubungan internasional sebagai ladan inti, dari yang didominasi oleh realisme (fokus pada keamanan dan konflik) hingga interdependensi kompleks yang menekankan saling ketergantungan untuk kesejahteraan bersama. Dalam hal ini, ENP dapat dilihat sebagai upaya Uni Eropa untuk menciptakan jaringan interdependensi yang kompleks dengan negara-negara tetangganya, dengan tujuan untuk meningkatkan stabilitas dan kesejahteraan bersama dalam lingkup internasional.[2]
Terdapat peningkatan volume perdagangan antara Uni Eropa dan negara-negara mitra sejak peluncuran Proses Barcelona pada tahun 1995, arus FDI dari Uni Eropa ke kawasan tersebut tetap rendah. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun kebijakan ENP telah berhasil meningkatkan perdagangan, masih diperlukan upaya lebih lanjut untuk menarik investasi asing langsung ke negara-negara Mediterania. Faktor-faktor seperti stabilitas politik, kualitas institusi, dan kebijakan ekonomi yang transparan menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang menarik bagi investor asing. Peningkatan perdagangan dan investasi antara Spanyol dan negara-negara mitra di kawasan Mediterania melalui ENP menciptakan jaringan keterkaitan yang saling bergantung. Ketergantungan ini tidak hanya memperkuat hubungan ekonomi, tetapi juga mendorong stabilitas politik dan keamanan di kawasan tersebut. Dengan demikian, ENP berperan sebagai instrumen penting dalam membangun interdependensi yang kompleks antara Uni Eropa dan negara-negara tetangganya, guna mencapai tujuan bersama dalam hal pertumbuhan ekonomi dan stabilitas regional.[3]
European Neighbourhood Policy (ENP) mencerminkan prinsip-prinsip liberalisme ekonomi dengan mendorong perdagangan bebas, investasi asing langsung (Foreign Direct Investment)[4], dan integrasi pasar antara Uni Eropa dan negara-negara mitranya di kawasan Internasional. Implementasi kebijakan ini telah memperkuat arus perdagangan internasional melalui penghapusan hambatan tarif dan harmonisasi regulasi, yang sejalan dengan pandangan liberal bahwa pasar yang terbuka akan menciptakan efisiensi dan pertumbuhan ekonomi. Diversifikasi investasi di sektor strategis seperti energi terbarukan dan infrastruktur digital semakin mengukuhkan peran pasar sebagai pendorong utama inovasi dan daya saing ekonomi.[butuh rujukan]