| “ |
Di sini, dengan apa kemelekatan (upādāna) mengondisikan keberadaan (bhava)?
Keberadaan terdiri dari dua faktor: ada keberadaan melalui karma (kammabhava), ada keberadaan melalui kemunculan (upapattibhava).
Di sini, apakah keberadaan melalui karma (kammabhava)? [Ada] proses berkehendak yang bajik (puññābhisaṅkhāra), proses berkehendak yang tidak bajik (apuññābhisaṅkhāra), proses berkehendak yang statis (āneñjābhisaṅkhāra). Hal ini disebut sebagai kammabhava. Semua karma yang menuju keberadaan adalah kammabhava.
Di sini, apakah keberadaan melalui kemunculan (upapattibhava)? [Ada] keberadaan dalam lingkup alam indra (kāmabhava), keberadaan dalam lingkup alam materi (rūpabhava), keberadaan dalam lingkup alam nonmateri (arūpabhava), keberadaan dengan persepsi (saññābhava), keberadaan tanpa-persepsi (asaññābhava), keberadaan dengan persepsi juga tanpa-persepsi (nevasaññānāsaññābhava), keberadaan dengan satu gugusan (ekavokārabhava), keberadaan dengan empat gugusan (catuvokārabhava), keberadaan dengan lima gugusan (pañcavokārabhava). Hal ini disebut sebagai upapattibhava. Demikian, ini adalah kammabhava dan upapattibhava.
Hal ini disebut sebagai kemelekatan (upādāna) mengondisikan keberadaan (bhava). |
” |