Kartel MedellĂn adalah bekas jaringan organisasi pemasok dan penyelundup obat-obatan terlarang yang berdiri di kota MedellĂn, Kolombia, dengan Pablo Escobar sebagai tokoh kuncinya yang dihormati dan disegani. Kelompok kriminal ini aktif dalam periode 1970-1990, sebelum akhirnya resmi dibubarkan tepat setelah kematian El-Patron (Pablo Escobar) dalam operasi perburuan oleh Kepolisian Kolombia yang didukung sejumlah pihak termasuk DEA, dan selama masa kejayaannya telah menjadi pusat pengedaran narkotika jenis kokain terbesar di Amerika Latin bahkan mencapai pasar global.
Pada puncak operasinya, Kartel MedellĂn menyelundupkan berton-ton kokain setiap minggu ke berbagai negara di seluruh dunia dengan pendapatan sekitar $420.000.000 per minggu.[1] Kartel MedellĂn juga sempat memasok 84%-90% pasar kokain Amerika Serikat dan 80% pasar kokain dunia. Dan sebagian besar keuntungan tersebut masuk dalam pencucian uang, atau dikubur di lahan-lahan pribadi keluarga Escobar.
Warisan
Cartel Cali diyakini sebagai penerus Kartel MedellĂn. Organisasi ini didirikan sebagai sayap Kartel MedellĂn. Ketika berselisih dengan Escobar, La Oficina mendorong pesaing Escobar untuk melenyapkan Escobar. Organisasi ini kemudian mengambil alih operasi MedellĂn dan orang dalamnya di Amerika Serikat, Meksiko, dan Britania Raya. Organisasi ini juga berafiliasi dengan paramiliter Autodefensas Unidas de Colombia.[2]
Budaya masyarakat
Kartel ini menjadi subjek beberapa film ternama, di antaranya:
Bowden, Mark (2011). Killing Pablo: The Hunt for the World's Greatest Outlaw. A book that details the efforts by the governments of the United States and Colombia, their respective military and intelligence forces, and Los Pepes (controlled by the Cali cartel) to stop illegal activities committed by Colombian drug lord Pablo Escobar and his subordinates. It relates how Escobar was killed and his cartel dismantled.