Kapal perusak kelas Anshan sendiri adalah kapal-kapal perusak pertama yang dimliiki oleh Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat. Mereka dulunya adalah kapal perusak kelas Gnevny milik Angkatan Laut Uni Soviet yang dibeli pada tahun 1950-an. Setelah tahun 1949, Angkatan Laut Tentara Pembebasan bernegosiasi dengan Britania Raya melalui Hong Kong untuk membeli beberapa kapal mereka, tetapi dibatalkan lantaran meletusnya Perang Korea. Akibatnya, Angkatan Laut Tentara Pembebasan melirik Uni Soviet untuk membeli empat kapal perusak usang dengan membayar 17 ton emas[4] setelah melewati perdebatan yang cukup sengit[5].
Operasi Tsingtao
Pada 12 April 1962, Changchun beserta Anshan dan Taiyuan terlibat dalam misi pengawasan Patroli DESOTO. Dalam misi tersebut, armada Angkatan Laut Amerika Serikat yang dipimpin oleh USSDe Haven mendekati wilayah Tiongkok.[6]Changchun pun memberi pesan peringatan kepada De Haven untuk keluar dari wilayah Tiongkok. Kapal-kapal Amerika Serikat pun keluar dari wilayah Tiongkok secara damai. Ini merupakan pertama kalinya kapal milik Tentara Pembebasan Rakyat terlibat dalam operasi militer diluar teritorial mereka.[7]
Pembaharuan
Pada bulan Mei tahun 1969, kapal perusak kelas Anshan (termasuk Changchun) menjalani dimodifikasi untuk menggantikan torpedo asli mereka. Sistem peluncuran dilengkapi dengan dua peluncur rudal anti-kapal SY-1 bertabung ganda. Selain itu, mereka juga dilengkapi dengan peralatan elektronik navigasi dan radar, sehingga menjadikan kapal perusak dalam kelas Anshan sebagai sederet kapal pertama milik Tiongkok yang memiliki teknologi rudal.[8]
Nasib
Kapal-kapal kelas Anshan mulai dipensiunkan pada era 1990-an. Changchun sendiri dipensiunkan pada tahun 1990 dan dibeli oleh pemerintah Kota Rushan, Provinsi Shandong, untuk dijadikan kapal museum.[9]