Nama Kampung Kiulap berasal dari nama Sulap (junjung atau rumah kecil yang biasanya dibuat di sawah atau di kebun yang digunakan sebagai tempat beristirahat).[5] Orang-orang datang ke tempat tersebut untuk bercocok tanam dari Tamoi, Lurong Dalam, Sungai Kedayan, Kumbang Pasang, Pintu Malim, dan Kota Batu. Lada hitam, padi, gambir, dan daun tembakau termasuk di antara hasil pertaniannya. Di kampung ini masih ada sirih dan gambir yang mulai ditanam tahun 1950-an dan 60-an.[6]
Geografi
Kampung Kiulap terletak di jantung kota Bandar Seri Begawan, dekat dengan Pusat Bandar dan Gadong, kawasan komersial lain di ibu kota. Kiulap juga berbatasan dengan Kiarong kawasan komersial lainnya. Sungai Kedayan mengalir di sepanjang bagian timur Kiulap, yang juga berbatasan dengan Kumbang Pasang[7]
↑Mukim Gadong 'B'(PDF) (dalam bahasa Melayu). Unit Penerbitan Melayu, Bahagian Penerbitan dan Seni Grafik, Jabatan Penerangan, Jabatan Perdana Menteri. hlm.6–11.