Kampung ini dinamai berdasarkan nama buah, Belimbing, (Averrhoa bilimbi, atau belimbing sayur) merupakan pohon besar dengan lingkar batang sekitar empat belas sentimeter, buah ini berwarna coklat muda seperti buah tampoi dan bentuknya mirip dengan belimbing buluh dan melilit-lilit. Pohonnya sangat aneh karena bersisik, padahal pada suatu masa di desa hanya tumbuh satu pohon, sehingga penduduk desa sepakat untuk menamakan desa tersebut sebagai 'Kampung Belimbing'.[5]