Kamitetep (Phereoeca uterella) memiliki nama lain ulat dinding, plaster bagworm,[1]household casebearer, case bearing carpet moths,[2] atau case-bearing clothes moth.[3] Makhluk ini tersebar di benua Asia, Afrika, dan Amerika. adalah salah satu spesies ngengat dari family Tineidae yang mengalami metamorfosis sempurna.
Close-up Kamitetep (gambar: University of Florida)
Kamitetep memakan objek sampah berukuran kecil, misalnya bagian tubuh serangga, jaring laba-laba, bulu unggas (feather), dan rambut manusia. Karena makanan yang seperti itu, Kamitetep dikenal sebagai hama bangunan di bagian dalam (indoor pest) dinding bangunan, misalnya di rumah, kantor, sekolah, pertokoan, terutama pada bangunan dengan kelembapan tinggi dan banyak debu kotor.
Siklus metamorfosis dan bentuk fisik
Telur. Setelah kawin, Kamitetep betina meletakkan ratusan telur di retakan, celah dinding, atau pertemuan dinding. Betina Kamitetep kemudian memberikan suatu lapisan semen untuk menutupi mereka. Selama sekitar sepekan, telur siap untuk menetas.
Larva. Pada konteks pembicaraan sehari-hari, istilah Kamitetep sebenarnya adalah ketika dia dalam fase ini. Larva jarang terlihat oleh manusia. Yang biasanya terlihat adalah larva yang terbungkus pelindung (case) berbentuk lempengan oval (protective case) berukuran sekitar 8-14 mm[4] dan lebar 3-5 mm [3] yang terbentuk dari berbagai sampah dan pasir berukuran kecil. Pelindung ini yang dibawa-bawa oleh Kamitetep. Larva bergerak lambat dengan memanjangkan kepalanya keluar. Ketika dia memendek, protective case tertarik dan bergerak.
Pupa. Kamitetep berada di dalam kepompong selama 8-10 hari.[2]
Dewasa. Memiliki bentangan sayap sekitar 12 mm dengan paduan warna coklat, abu-abu, dan hitam. Kamitetep dewasa betina biasanya berukuran lebih besar daripada jantan.[1]
Keseluruhan siklus hidup Kamitetep berlangsung selama kurang lebih selama 2,5 bulan.[5] Namun demikian, lamanya fase metamorfosis dan waktu hidup Kamitetep tergantung beberapa faktor, antara lain kelembapan dan temperatur. Kamitetep di area lebih hangat dan lebih lembap dapat memiliki sebanyak dua generasi dalam setahun, sedangkan di area lebih dingin hanya bisa sekali reproduksi dalam setahun.
Dampak kesehatan
Kamitetep tidak menggigit,[6] tapi dapat menyebabkan iritasi, kemerahan, atau ruam pada kulit. Hindari permukaan dinding dan lantai yang ditemukan Kamitetep karena biasanya mereka hidup berkelompok, tidak menyendiri. Debu dan sisa tubuh Kamitetep yang terhirup oleh manusia dapat menimbulkan reaksi alergi pada saluran napas. Gejala yang muncul berupa bersin-bersin, hidung tersumbat, hingga sesak napas.
12Arakelian, Gevork (Maret 2010). "Plaster bagworm (Phereoeca praecox)"(PDF). Los Angeles County Department of Agricultural Commissioner. Diakses tanggal 2026-01-04.