Kalitengah adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Lamongan. Pusat kecamatan ini terletak di jalan raya yang menghubungkan Karanggeneng di barat dengan Karangbinangun di timur. Kalitengah memiliki banyak pasar yang ramai seperti Pasar Pucangro dan Pasar Lembung. Kalitengah dilintasi Sungai Bengawan Solo beserta anak sungainya seperti Bengawan Jero. Hal tersebut membuat Kalitengah mendapatkan debit air yang melimpah sehingga lahannya banyak dimanfaatkan untuk sawah tambak, yaitu sawahpadi dan tambak (terutama komoditas bandeng dan udang) yang difungsikan secara bergantian.[1] Akan tetapi, Bengawan Jero juga sering meluap dan membanjiri banyak desa di sekitarnya.[2][3]
Geografi
Peta administrasi Kalitengah
Kalitengah adalah kecamatan yang terletak di Kabupaten Lamongan. Bagian utara dibatasi oleh Sungai Bengawan Solo yang merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa. Wilayah Kalitengah didominasi oleh areal persawahanpadi dan tambak. Kalitengah berada di kawasan yang disebut dengan "bonorowo", yaitu wilayah yang tergenang air setiap tahunnya karena ketinggiannya yang cukup rendah.[1]
Salah satu sungai yang sering meluap di Kalitengah adalah Bengawan Jero / Kali Blawi yang merupakan salah satu anak sungai Bengawan Solo. Sungai tersebut rutin menggenangi desa-desa di Kalitengah seperti Bojoasri, salah satunya pada awal tahun 2026 ketika bencana banjir terjadi selama lebih dari 2 bulan.[2] Kalitengah juga memiliki daerah rawa seperti Rawa Sibanget di Desa Pucangro yang memiliki fungsi sebagai penampungan air alami.[4]
Batas wilayah Kecamatan Kalitengah adalah sebagai berikut:[5]