Henry II dari Inggris menyerbu Bretonia pada pertengahan abad ke-12 dan menjadi Kont Nantes pada tahun 1158 berdasarkan sebuah perjanjian yang telah disepakati dengan Adipati Conan IV. Anak laki-laki Henry yang bernama Geoffrey menjadi Adipati dengan menikahi Constance, Adipati Wanita Bretonia. Raja Inggris dari Wangsa Angevin terus berkuasa hingga lepasnya wilayah Prancis utara pada tahun 1204. Kerajaan Prancis lalu berpengaruh besar terhadap kadipaten ini pada sisa akhir abad ke-13. Ordo-ordo kebiaraan yang didukung oleh bangsawan Bretonia menyebar di seluruh kadipaten pada abad ke-11 dan ke-12, dan pada abad ke-13 ordo mendikan telah didirikan di kota-kota besar Bretonia. Perang saudara meletus pada abad ke-14 dan disebabkan oleh perebutan jabatan adipati. Beberapa faksi yang terlibat dalam perang ini memperoleh dukungan dari Inggris atau Prancis.
Independensi Kadipaten Bretonia mulai berakhir setelah kematian Frañsez II pada tahun 1488. Kadipaten ini diwarisi oleh putrinya, Anne, tetapi raja Charles VIII dari Prancis membatalkan pernikahan pertama Anne dan kemudian menikahinya. Maka dari itu, Raja Prancis memperoleh gelar Adipati Bretonia - jure uxoris. Tahta adipati disatukan dengan tahta Prancis pada tahun 1532 seperti yang telah disepakati oleh États de Bretagne. Penyatuan ini dilakukan setelah kematian Ratu Claude dari Prancis, adipati wanita berdaulat terakhir.
The Columbia Encyclopedia in One Volume. Morningside Heights, New York City, New York, USA: Columbia University Press, Clarke F Ansley, Editor in Chief. 1935.
Delumeau, Jean (1969). Histoire de la Bretagne. Toulouse, France: Edouard Privat editeur; Jean Delumeau, directeur, with contributing authors P-R Giot, J L'Helgouach, J Briard, J-B Colbert de Beaulieu, L Pape, P Rache, G Devailly, H Touchard, J Meyer, A Mussat, and G Le Guen (chapters do not specify individual authors).