Kabinet Mahathir VII adalah kabinet pemerintahan Malaysia yang dibentuk oleh kepala pemerintahan sekaligus Perdana MenteriMahathir Mohamad yang dibentuk pada 10 Mei 2018. Kabinet ini telah mengakhiri masa jabatannya sejak 24 Februari 2020 yang dibubarkan oleh Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah diikuti pengunduran diri Perdana Menteri Mahathir Mohamad.[1]
Anggota
Mahathir secara berangsur-angsur mengumumkan anggota kabinetnya. Pada 21 Mei 2018, ia mengumumkan penunjukan 13 menteri untuk mengisi kabinetnya.[2] Di antara ketiga belas menterinya tersebut terdapat tiga menteri yang dianggap "senior", antara lain Lim Guan Eng, Mohamad Sabu, dan Muhyiddin Yassin.[3] Istri dari pemimpin oposisi Anwar Ibrahim, Wan Azizah Wan Ismail ditunjuknya sebagai Wakil Perdana Menteri merangkap jabatan sebagai Menteri Wanita, Keluarga, dan Pembangunan Komunitas. Kemudian, pada 2 Juli 2018, terdapat 13 menteri dan 23 wakil menteri dilantik setelah ditunjuk oleh Mahathir mengisi kementerian yang belum diumumkan sebelumnya.[4]
Selain kabinet, Perdana Menteri Mahathir Mohamad membentuk tim penasihat yang disebut Dewan orang-orang Terkemuka atau Dewan Tertua (Melayu: Majlis Penasihat Kerajaan, secara harfiah Dewan Penasihat Pemerintah). Tujuan Dewan ini adalah untuk memberi nasihat kepada Pemerintah tentang hal-hal yang berkaitan dengan masalah ekonomi dan keuangan selama masa transisi kekuasaan. Anggota Dewan Penasihat Pemerintah sejak 12 Mei 2018 hingga 20 Agustus 2018 adalah:[7]
Daim Zainuddin; mantan Menteri Keuangan (1984–1991).
↑Mahathir Mohamad mengundurkan diri setelah partainya keluar dari koalisi Pakatan Harapan (PH) yang memungkinkan pemerintahan jatuh. Mahathir ditunjuk oleh Yang di-Pertuan Agong sebagai Penjabat Perdana Menteri hingga 29 Februari 2020.
↑Mohamed Farid Md Rafik meninggal dunia. Setelahnya, jabatan tetap dikosongkan hingga pembubaran kabinet.