Ibu kota kabupaten in Sumatera Utara, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia{{SHORTDESC:Ibu kota kabupaten in Sumatera Utara, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia|noreplace}}
Pa Mbelgah Karokaro Purba, seorang penguasa (sibayak) di Kabanjahe berpose bersama seorang pemuda pada tahun 1918.Gereja GBKP Kabanjahe KotaGereja GBKP Simpang Enam
Kabanjahe adalah sebuah kecamatan yang pernah menjadi ibu kota kabupaten Simalungun di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara. Secara geografis, kecamatan ini berada di barat laut Provinsi Sumatra Utara dengan luas daerah sekitar 4,31km² dan berpenduduk sebanyak 74.111 jiwa.
Kecamatan Kabanjahe berjarak 76km dari pusat Kota Medan dan 10km dari Kecamatan Berastagi, yang merupakan salah satu kawasan wisata daerah dingin di Kabupaten Karo. Pemandangan dua gunung api yang masih aktif, yakni Gunung Sinabung dan Gunung Sibayak, menjadi daya tarik di kawasan ini. Kabanjahe pernah menerima Piala Adipura pada tahun 1996 atas kebersihan lingkungan dan kelestarian kotanya.[3]
Geografi
Topografinya yang terdiri dari pegunungan dan perbukitan serta udara yang sangat sejuk menjadi salah satu faktor penentu mayoritas pekerjaan masyarakat Karo pada umumnya yang kini adalah petani. Beberapa komoditas pertanian unggulan Kabupaten Karo antara lain umbi-umbian, sayur-mayur, dan lainnya. Jika ditinjau dari segi geografis, tanaman buah-buahan seperti buah terung belanda, markisa, semangka, apel, jeruk, stroberi juga banyak dikembangkan di daerah ini.
Iklim
Kabanjahe memiliki iklim hutan hujan tropis (Af) yang dingin karena ketinggian dengan curah hujan sedang pada Juni dan Juli dan curah hujan tinggi di bulan-bulan tersisa.
Kabanjahe yang merupakan salah satu kecamatan sekaligus sebagai ibu kota Kabupaten Karo, secara administratif terdiri dari 5 kelurahan dan 8 desa, yakni:[5]