Kapal ini memperkuat alat utama sistem senjata (alut sista) jajaran Komando Armada I di bawah Satuan Kapal Amfibi (Satfib). KRI Semarang merupakan salah satu dari tiga kapal LPD yang dipesan TNI Angkatan Laut. Dua kapal lainnya adalah KI Banjarmasin dan KRI Banda Aceh. KRI Semarang berfungsi untuk membantu distribusi militer baik logistik, peralatan dan perlengkapan militer. Kapal ini juga difungsikan sebagai kapal rumah sakit untuk bantuan bencana alam.
Desain
KRI Semarang memiliki spesifikasi panjang 124,00 meter, lebar 21,80 meter, dengan berat 7200 ton, memiliki kecepatan maksimal 16 knots dengan kecepatan jelajah 14 knots dan mampu berlayar secara endurance selama 30 hari.
Panjang KRI Semarang mencapai 124 meter, lebar 21,80 meter dan berat 7.200 ton. Kecepatan maksimalnya 16 knots dengan kecepatan jelajah 14 knots. Kapal ini mampu berlayar non stop selama 30 hari. Selain itu KRI Semarang dilengkapi dengan dua kapal Landing Craft Utilities (LCU) yang mampu mengangkut 8 kendaraan tempur jenis Anoa, 28 truk, 3 helikopter serta diperkuat 121 awak kapal. Kapal ini diperkuat 121 anak buah kapal dan mampu mengangkut 650 prajurit bersenjata lengkap.
Konstruksi dan karier
KRI Semarang bersandar di Tanjung Priok pada tanggal 30 September 2019.
Lunas KRI Semarang pada tanggal 28 Agustus 2017 dan diluncurkan pada tanggal 3 Agustus 2018 oleh PT PAL Indonesia. Ditugaskan pada tanggal 21 Januari 2019 sebagai kapal rumah sakit sementara ketika kapal rumah sakitkelas Sudirohusodo masih dalam tahap pembangunan.
Kembali ke fungsi dasarnya sebagai landing platform dock
Pada bulan November 2023, KRI Semarang terlihat tidak lagi dengan bendera palang merah di lambungnya.[6] Pada tahun 2024, ia terlihat sudah dilengkapi dengan persenjataannya.[7] Pada tanggal 5 September 2025, KRI Semarang melakukan Port Visit ke Pangkalan Angkatan Laut Kerajaan Brunei, Brunei Darussalam.[8][9] Pada tanggal 4 Oktober 2025, Komandan TNI AL KRI Semarang, Letkol Agus Yunianto mengkonfirmasi bahwa KRI Semarang tidak lagi ditetapkan sebagai kapal bantu rumah sakit, ia kembali ke fungsi dasarnya sebagai Landing Platform Dock.[10]