Angkatan Laut Kerajaan Belanda
Pemesanan untuk empat kapal Van Speijk dilakukan pada tahun 1962, dengan tambahan dua lagi, termasuk Isaac Sweers, yang dipesan pada tahun 1964. [10] Kapal ini dibangun di NDSM di Amsterdam. Peletakan lunas dilakukan pada 5 Mei 1965 dan peluncuran pada 10 Maret 1967. Kapal mulai beroperasi pada 15 Mei 1968 dengan nomor lambung F814.[11][12]
Pada akhir tahun 1972 dia menjadi kapal bendera untuk STANAVFORLANT.[13]
Pada tahun 1975 Isaac Sweers berpartisipasi dalam latihan NATO bernama Ocean Safari.[14]
Kapal ini mendapat modernisasi di Den Helder, mulai 1 Juli 1980 dan berlangsung hingga 28 Oktober 1983. Penyelesaian modernisasi tertunda sekitar delapan bulan dari yang direncanakan akibat kurangnya tenaga kerja sipil di galangan kapal angkatan laut.[15]
Pada tahun 1986 kapal ini hadir di hari armada nasional.[16]
Isaac Sweers dinonaktifkan pada tahun 1990. Lalu bersama dengan Evertsen, dijual ke Indonesia. Kapal ini berpindah tangan ke Angkatan Laut Indonesia pada 1 November 1990. [1]
Angkatan Laut Indonesia
Pada tanggal 13 Mei 1989, Indonesia dan Belanda menandatangani perjanjian penyerahan dua kapal terakhir kelas Van Speijk.[17] Kapal ini diserahkan ke Indonesia pada tanggal 1 November 1990 dan berganti nama menjadi KRI Karel Satsuitubun, dengan nomor lambung 356.[17]
Pada tahun 2002, rudal Seacat kapal tidak dapat dioperasikan dan dilaporkan memiliki masalah propulsi yang berdampak buruk pada kinerja kapal kelas ini.[18] Oleh karena itu, peluncur Seacat kapal digantikan oleh dua peluncur ganda Simbad untuk rudal anti-pesawat Mistral, dan Karel Satsuitubun diganti mesinnya dengan dua mesin diesel Caterpillar 3612 bertenaga 92 megawatt (123.000 shp).[19] Saat Angkatan Laut Indonesia berhenti memakai rudal Harpoon, Karel Satsuitubun dipersenjatai kembali dengan rudal C-802 dari Cina.[20]
Pada Desember 2020, TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut Rusia melakukan latihan angkatan laut gabungan Passex (Passing Exercise) Rusindo-20. Latihan berlangsung di Laut Jawa pada Kamis, 17 Desember 2020. TNI AL mengirimkan 3 kapal (KRI Karel Satsuitubun, KRI Diponegoro, dan KRI Tombak), sedangkan Angkatan Laut Rusia mengirimkan 3 kapal (Varyag, Admiral Panteleyev, dan Pechenga). Latihan tersebut dilakukan dengan beberapa latihan seperti latihan manuver, tindakan SAR, penyinyalan bendera, dan latihan kerjasama.[21]
Karel Satsuitubun bersama Abdul Halim Perdanakusuma, Raden Eddy Martadinata, I Gusti Ngurah Rai, Fatahillah, Malahayati, Sultan Hasanuddin, Sultan Iskandar Muda, Sultan Nuku, dr. Wahidin Sudirohusodo, Surabaya, Teluk Banten, Tarakan dan Bima Suci dikerahkan di perairan Nusa Dua, Bali untuk berpatroli di kawasan tersebut selama KTT G20 Bali 2022 pada 15–16 November 2022.[22]